Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Seberapa Banyak Konsumsi Daging Merah yang Aman?

Selasa 01 Jan 2019 01:12 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Dwi Murdaningsih

Daging merah tanpa lemak

Daging merah tanpa lemak

Foto: Cosmopolitan
Batas aman konsumsi menurut NHS tak melebihi 70 gram daging merah dan olahan per hari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada cukup banyak penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan daging olahan yang tinggi dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Di sisi lain, daging merah seperti daging sapi dan daging kambing merupakan sumber protein, vitamin dan mineral yang dapat menyeimbangkan pola makan. Jadi, bolehkah mengonsumsi daging merah?

"Konsumsi terlalu banyak daging merah dan daging olahan mungkin dapat meningkatkan risiko Anda terhadap kanker usus besar," ungkap National Health Service (NHS) seperti dilansir Express.

Daging merah pada dasarnya masih boleh dikonsumsi asalkan dalam batas aman. Batas aman konsumsi menurut NHS adalah tidak melebihi 70 gram daging merah dan daging olahan per hari.

Salah satu cara mengurangi konsumsi daging merah maupun daging olahan menurut NHS adalah dengan memakan daging merah atau olahan dalam porsi yang lebih kecil. Selain itu, frekuensi menyantap daging merah maupun olahan juga bisa dikurangi.

Seandainya menyantap lebih dari 90 gram daging merah dalam satu hari, pastikan di hari-hari berikutnya konsumsi daging merah lebih dibatasi. Buat rata-rata konsumsi daging merah dalam satu hari tidak melebihi 70 gram per hari.

Sebagai perbandingan, 8 ons steak sapi setara dengan 163 gram. Sedangkan satu potong tipis kornet sapi setara dengan 38 gram.

Cara lain untuk mengurangi konsumsi daging merah adalah menggantinya dengan alternatif lain misalnya daging putih. Beberapa contoh daging putih adalah ayam dan ikan.

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar adalah kebiasaan merokok dan memiliki berat badan berlebih. Kebiasaan meminum alkohol dalam jumlah banyak juga turut meningkatkan risiko kanker usus besar.

Tak hanya itu, kurang aktivitas fisik juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker usus besar. Oleh karena itu, aktivitas fisik yang rutin 30 menit per hari sangat disarankan.

Faktor keturunan juga tak bisa diabaikan. Orang-orang dengan riwayat keluarga yang mengalami kanker usus besar juga memiliki risiko lebih besar terhadap kanker usus besar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA