Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Pengunjung Taman Fatahillah Melonjak Saat Liburan

Kamis 27 Des 2018 06:20 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Ani Nursalikah

Pengunjung bermain sepeda di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Selasa (1/5).

Pengunjung bermain sepeda di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Selasa (1/5).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Taman Fatahillah merupakan kawasan wisata yang terbuka dan gratis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama masa liburan sekolah dan Natal, pengunjung Taman Fatahillah Kota Tua, Jakarta Barat, mengalami lonjakan signifikan. Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua mencatat jumlah pengunjung mencapai 64.472 orang pada Senin (24/12).

Pada Selasa (25/12) hingga pukul 10.00 WIB, jumlah pengunjung Taman Fatahillah hampir mencapai angka 5.000. Menurut Kepala UPK Kota Tua Norviadi S Husodo, saat liburan sekolah, Natal, dan tahun baru jumlah pengunjung melonjak hingga tiga kali lipat dari libur akhir pekan biasanya.

"Kalau biasa itu puncaknya malam Ahad , Sabtu dan Ahad. Estimasinya (jumlah pengunjung) antara 10 ribu-20 ribu kalau libur biasa. Nah, ketika liburan panjang, terus juga Natal itu tiga kali lipat," ujar Norviadi kepada Republika.co.id, Selasa (25/12).

Ia menjelaskan, masa liburan sekolah yang disertai perayaan Natal ini pengunjung Taman Fatahillah menjadi meningkat. Ia menyebut, pada libur akhir pekan biasanya setiap Sabtu dan Ahad, pengunjung berada di kisaran 10 ribu-20 ribu orang.

Norviadi menyatakan bekerja sama dengan kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan sebagai langkah antisipasi lonjakan pengunjung. Taman Fatahillah merupakan kawasan wisata yang terbuka dan gratis. Pengunjung dikenakan tiket masuk ketika mengunjungi museum-museum yang ada di kawasan Kota Tua.

photo

Pengunjung berfoto bersama dengan manusia patung di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta.

"Kami ada kerja sama, kemitraan dengan TNI dan polisi. Kami ada penambahan pengamanan untuk menjaga situasi kondisi tetap kondusif, terus menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung kalau ada petugas di sana," kata dia.

Selain itu, Norviadi juga menambah fasilitas umum, seperti mobil toilet bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Ia menambahkan, ambulans juga dipersiapkan dan berjaga untuk keadaan darurat.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, sejumlah pengunjung telah memadati Taman Fatahillah sejak pukul 09.00 WIB. Mereka mengendarai sepeda ontel warna-warni yang disewa seharga Rp 20 ribu per 30 menit. Ada pula yang berfoto bersama manusia-manusia patung.

Kemudian ada juga pengunjung yang mengantre di depan pintu masuk museum seperti Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah serta Museum Seni Rupa dan Keramik. Harga tiket masuk Museum Fatahillah hanya Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk mahasiswa, dan anak-anak Rp 2.000.

Salah satu pengunjung Taman Fatahillah, Yati (36 tahun) warga asal Bogor yang menggunakan moda transportasi kereta rel listrik (KRL) untuk sampai ke Jakarta Kota. Ia datang bersama anggota keluarganya dan dua keluarga lainnya yang bertetanggaan.

photo

Suasana pengunjung saat liburan di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta.

Meski sudah sering berkunjung ke kawasan Kota Tua, ia tak bosan untuk mengajak anak-anaknya liburan ke Jakarta. "Kalau di Bogor kan juga sudah sering. Biar nyenengin anak-anak saja. Sudah sampai sini, mereka bisa pilih mau ke museum mana, ada sepeda ontel," kata Yati.

Pengunjung lainnya, Novi (36) yang tinggal di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mengatakan, kawasan Kota Tua merupakan pilihan wisata yang murah. Bahkan di Taman Fatahillah tidak dikenakan biaya, ia bersama keluarganya sudah bisa mengabadikan momen dengan latar belakang gedung bersejarah.

"Ya murah meriah, dekat lagi, tadi kami naik bus Transjakarta dari rumah ke sini," kata Novi.

Pengunjung kawasan Kota Tua juga dapat memanfaatkan bus wisata Transjakarta yang gratis. Dari Kota Tua, pengunjung yang ingin melanjutkan wisata ke kawasan Monas bisa menggunakan fasilitas publik bus bertingkat tersebut. Bus itu mengakhiri perjalan di Masjid Istiqlal.

Berdasarkan pantauan, antrean mengular di trotoar dari halte bus wisata yang berada di depan BNI KCU Jakarta Kota. Mereka menunggu bus wisata dan bergiliran masuk menumpangi bus yang dilengkapi dengan pemandu wisata.

Salah satu penumpang, Susanti (45) bersama keluarganya memilih menaiki bus wisata dari Masjid Istiqlal menuju Kota Tua. Begitupun ketika ia ingin ke kawasan Monas, ia mengantre untuk bisa menumpang bus wisata tersebut. Selain gratis, ia mengaku lebih nyaman dan mendapatkan informasi seputar sejarah Jakarta.

"Tadi pas ke Kota Tua, di jalan pemandunnya ngasih tahu sejarah Monas, sejarah Glodok. Di dalamnya juga enak kami bisa lihat pemandangan Jakarta dari atas bus," kata Susanti.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA