Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Selain Gaji, Ini Kunci Kebahagiaan Bekerja Bagi Karyawan

Senin 24 Des 2018 19:53 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Karyawan (ilustrasi)

Karyawan (ilustrasi)

Foto: kolombloggratis.blogspot.com
Ternyata gaji yang naik terus menurunkan produktivitas dan moral karyawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istilah populer, hate monday boleh jadi lantaran banyak pekerja yang mengeluhkan pekerjaannya. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Gallup Poll, sebuah perusahaan konsultan manajemen menunjukkan sebanyak 70 persen karyawan mengakui bahwa mereka tidak bekerja dengan potensi mereka yang sebenarnya.

Mereka merasakan 'keterputusan emosional' dari organisasi mereka yang pada gilirannya, menghambat produktivitas kerja mereka.

Mengapa kebahagiaan penting? 

Penelitian menunjukkan bagaimana seorang karyawan yang tidak bahagia secara tidak sengaja bekerja bertentangan dengan minat bos dengan menjadi kurang produktif. Lebih jauh, dia cenderung mencuri dari perusahaan mereka, memengaruhi secara negatif kolega lain, mengambil lebih banyak keuntungam dan mengusir klien/pelanggan.

Akankah kenaikan gaji membantu?

Anda mungkin berpikir bahwa kenaikan gaji yang baik akan membantu meningkatkan moral pekerja. Tetapi survei mengatakan itu hanya solusi sementara. Kenaikan gaji yang konsisten dapat menurunkan produktivitas dan moral karyawan karena orang tersebut mungkin merasa kinerjanya tidak ada hubungannya dengan kenaikan tersebut.

Apa yang membawa kebahagiaan sejati?

Di sinilah temuan utama dari penelitian ini. Seorang karyawan benar-benar bahagia dan puas ketika dia memiliki otonomi dalam operasi sehari-hari.

Apa arti otonomi karyawan?

Salah satu karakteristik utama otonomi karyawan adalah pengambilan keputusan. Seorang karyawan yang otonom dapat menerima panggilannya sendiri daripada meminta seniornya, menulis surat untuk mendapatkan persetujuan atau prosedur apa pun yang mengambil kekuatan pengambilan keputusan dari mereka. Selain itu, seorang karyawan harus merasa bebas untuk menyumbangkan ide dan membuat saran dalam proyek, tugas dan tugas.

Faktor-faktor lain yang membantu membuat karyawan otonom adalah memiliki pengawasan terbatas dari manajer mereka karena kantor bukan sekolah, betul? Karyawan memiliki beberapa kebebasan untuk memutuskan tanggung jawab mereka sendiri. Ini bisa termasuk jadwal untuk hari itu, jam kerja yang fleksibel, memiliki opsi untuk bekerja dari rumah.

Semua itu masuk akal

Temuan penelitian ini masuk akal. Seorang karyawan lebih cenderung memiliki rasa memiliki atas pekerjaannya ketika diberi kekuatan untuk mengambil keputusan dan secara aktif menyumbangkan ide-ide tanpa dipandang rendah.

Lebih jauh, seorang profesional mungkin dapat melakukan jauh lebih baik jika tidak ada intervensi terus-menerus dari para senior dan memiliki kebebasan untuk memutuskan tanggung jawabnya sampai batas tertentu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA