Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Melihat Rumah Empat Bapak Pendiri Bangsa di Banda Neira

Sabtu 22 Dec 2018 07:58 WIB

Red: Muhammad Hafil

rumah pengasingan Bung Hatta

rumah pengasingan Bung Hatta

Foto: Muhammad Hafil/Republika.co.id
Banyak pengunjung tak bertanggung jawab mengambil koleksi di rumah Bung Hatta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA NEIRA -- Pulau Banda Neira di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, memiliki banyak titik tempat wisata. Selain alamnya yang indah, di Banda Neira juga terdapat rumah-rumah bersejarah.

Di antaranya, empat rumah pengasingan empat tokoh founding fathers (bapak pendiri bangsa). Keempat bapak pendiri bangsa tersebut diasingkan oleh penjajah Belanda karena aktivitas mereka yang menentang penjajahan pada 1930-an lalu.

Berikut keempat rumah pengasingan para bapak pendiri bangsa tersebut.

1. Rumah pengasingan Bung Hatta

Rumah pengasingan Bung Hatta terletak di Jalan Nusantara. Tepatnya, di samping rumah tahanan (Rutan) Banda Neira. Rumahnya masih kokoh berdiri.

Di dalam rumah, masih banyak perabotan yang pernah digunakan oleh Bung Hatta. Di antaranya, mesin ketik, tempat tidur, kursi-meja, dan papan tulis yang digunakan oleh Bung Hatta untuk mengajar anak-anak di pulau ini yang salah satunya adalah Des Alwi, yang Kemudian diangkat anak oleh Bung Hatta.

Menurut Emi (70) tahun, pengelola rumah pengasingan Bung Hatta ini, perabotan di rumah Bung Hatta itu masih asli. Karena aslinya itu, banyak pengunjung tak bertanggung jawab yang membawa pulang barang-barang tersebut. Yang paling banyak hilang adalah foto-foto asli Bung Hatta, karena itu yang paling mudah dibawa.

Menurut Emi, setelah Indonesia merdeka, Bung Hatta pernah kembali mengunjungi rumah ini pada tahun 70-an. "Di situlah pertama kali saya bertemu Bung Hatta. Waktu Bung Hatta diasingkan di sini oleh Belanda, saya belum lahir," kata Emi yang merupakan sepupu Des Alwi, anak angkat Bung Hatta tersebut.

Setelah Bung Hatta meninggal pada 1980, Emi ditugaskan oleh Des Alwi untuk merawat rumah itu. Sampai sekarang, Emi ditemani oleh kerabatnya yang masih muda untuk menjaga rumah ini.

Selain itu, Emi juga mengaku pernah diajak main ke Jakarta dan ke rumah kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi. Yang mengajaknya adalah Ibu Rachmi Hatta (istri Bung Hatta). "Istri Bung Hatta itu sangat baik kepada saya," kata Emi.

photo
Emi (70 tahun) pengelola rumah Bung Hatta di Banda Neira menunjukkan mesin tik yang dipakai Bung Hatta selama masa pengasingannya.



2. Rumah pengasingan Bung Sjahrir
  
Rumah pengasingan tokoh pahlawan nasional bernama lengkap Sutan Sjahrir ini tak jauh dari pelabuhan Banda Neira. Rumahnya juga masih kokoh berdiri. Sayangnya, pada saat Republika.co.id mengunjung rumah ini awal Desember lalu, sedang ditutup.

photo
Rumah pengasingan Sutan Sjahrir di Banda Neira



3. Rumah pengasingan Dr Tjipto Mangoenkoesoemo

Rumah pengasingan Dr Tjipto ini berderetan dengan rumah pejabat dan kantor pemerintah Belanda saat itu. Letaknya tak jauh dari Istana Mini yang merupakan kantor utama pemerintah Belanda saat itu.

photo
Rumah pengasingan Tjipto Mangunkusumo



4. Rumah pengasingan Iwa Koesoemasoemantri

Rumah pengasingan Iwa Koesoemasoemantri tak jauh dari rumah pengasingan Bung Hatta. Meski rumah ini masih kokoh, namun catnya terlihat sudah kusam.

 

photo
Rumah pengasingan Iwa Koesoemasoemantri





 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA