Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Festival Ibu Hebat Apresiasi Perempuan Berdaya Usaha

Sabtu 15 Dec 2018 19:33 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Festival Ibu Hebat di SMESCO Jakarta, Sabtu (15/12).

Festival Ibu Hebat di SMESCO Jakarta, Sabtu (15/12).

Foto: Republika/Rossi Handayani
Perempuan Indonesia bagian penting dalam mengisi kemerdekaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk memperingati hari ibu 22 Desember 2018, Gerakan Berbagi dan Peduli Kebaya Kopi dan Buku menyelenggarakan festival ibu hebat   Apresiasi Perempuan Berdaya Usaha di Creative Space, SMESCO Jakarta Selatan, Sabtu (15/12). Acara ini merupakan penghargaan bagi perempuan indonesia yang ikut berjuang mewujudkan kemerdekaan Indonesia dengan menyelenggarakan Kongres Perempuan Indonesia di Yogyakarta pada 22 Desember 1928.

"Ini dalam kesempatan Hari Ibu, dan pada acara ini ingin semangat penyelenggaraan perempuan kongres perempuan 22 Desember 1928 tetep dirasakan, bukan hanya sekadar seremoni," kata ketua penyelenggara acara, Emmy Kuswandari di Jakarta, Sabtu (15/12).

Perjalanan sejarah terus membuktikan, perempuan Indonesia menjadi bagian yang menentukan dalam perjuangkan merebut kemerdekaan, dan kini menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Terbukti, kaum ibu menjadi pendidik generasi yang di tangan mereka akan tercipta generasi kreatif, mandiri, dan berprestasi.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh yang berbagi kisah inspiratif mereka diantaranya Rofikoh Rokhim, Anika Faisal, Delliyana Oktaviani, Deasy Esterina, Intan Katoppo, Chicha Koeswoyo, Hana Keraf, Nani Zulminarni, Denica Flesch, Dimas Beck dan Shana Fatina. Dari bidang usaha ada perwakilan dari  BRI, BNI, BTPN, PANIN, BCA, Tupperware Indonesia, Gramedia Pustaka Utama, dan Garudafood.

Sebanyak 500 peserta berpakaian adat dari seluruh Indonesia turut serta merayakan kehebatan perempuan Indonesia dari beragam latar belakang budaya dan profesi ini. Kombinasi kebaya dan kain tradisional seperti lurik, batik dan tenun menjadi latar acara yang menarik.

"Kami siapkan 500 partisipan, pada awal pendaftaran dalam hitungan jam sudah penuh para pendaftar, sampai tidak bisa terima lagi. Acara ini mendapatkan reaksi positif dari komunitas perempuan, yang dengan syarat memakai pakaian nasional. Ada disini dari Aceh, sampai Papua, ada keberagaman disini," ujar Emmy.

Kristin Samah dari Kebaya Kopi dan Buku mengatakan, Festival Ibu Hebat diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada perempuan Indonesia untuk menjadi perempuan hebat yang berkontribusi pada kemajuan bangsa dengan mengambil peran sekecil apapun. Selain mempromosikan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dimiliki oleh perempuan Indonesia, Festival Ibu Hebat sekaligus memberikan penghargaan kepada lima sosok Ibu Hebat yang menjadi inspiratif bagi perempuan Indonesia.

"Apresiasi kami berikan kepada perempuan-perempuan Indonesia yang sudah menginspirasi banyak pihak dengan gerakan yang sudah dilakukannya. Kita bisa memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kita dengan saling bergandengan tangan dan berkolaborasi," ujar Kristin Samah.

Festival Ibu Hebat selanjutnya akan menggelar workshop lanjutan yang diselenggarakan mulai Februari 2019. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian PMK, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Komunikasi dan Informatika, SMESCO PNM Madani, Tempo Institute, serta Yayasan Kebun Raya Indonesia yang akan mendorong penyelamatan lingkungan dengan membagi bibit tanaman, Koran Jakarta dan RRI Pro 3.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA