Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Latihan Kebugaran Bisa Cegah Kematian Dini

Kamis 13 Dec 2018 18:45 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Tetap berolahraga di usia lanjut

Tetap berolahraga di usia lanjut

Foto: sci.news.com/Michael de Groot
Rutin berolahraga diyakini bisa menekan risiko kematian dini

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Melakoni latihan kebugaran sederhana dapat membantu mencegah risiko kematian dini. Hal itu diungkap para peneliti dari Spanyol, yang mempresentasikan temuan di acara tahunan EuroEcho-Imaging 2018 besutan Perhimpunan Kardiologi Eropa di Milan, Italia.

Baca Juga

Tim peneliti menganalisis 12.615 peserta berusia 18 hingga 91 tahun yang sebagian mengidap penyakit arteri koroner. Para peserta menjalani tes treadmill exercise echocardiography stress, di mana mereka berjalan atau berlari sampai kelelahan.

Hasil tes tersebut diukur dalam ekuivalen metabolik (MET), atau biaya energi dari suatu aktivitas. Satu satuan MET setara dengan duduk tenang, sementara enam satuan MET atau lebih setara dengan melakukan aktivitas berat seperti berlari atau bersepeda.

Untuk mendapat prediksi kematian dini, peserta harus mencapai 10 MET yang setara dengan naik turun anak tangga dengan cepat tanpa henti. Perbandingan lain yang serupa yakni berlari dengan kecepatan sekitar 6,5 mil per jam.

Peneliti kemudian membagi peserta menjadi dua grup. Mereka yang mencapai 10 MET atau lebih diberi label "kapasitas fungsional yang baik", sementara yang tidak bisa mencapai 10 MET diberi label "kapasitas fungsional yang buruk".

Setelah menindaklanjuti kondisi peserta lima tahun setelahnya, dijumpai bahwa kelompok kebugaran fungsional buruk tiga kali lebih mungkin meninggal karena penyakit kardiovaskular. Kematian akibat kanker pun dua kali lebih besar dibanding kelompok lain.

Semakin bugar peserta selama tes, dampak proteksi terhadap kesehatan tubuh pun kian baik. Penulis utama studi, Jesus Peteiro-Vazquez, menyarankan untuk rutin berolahraga dan mencatat hasilnya agar bisa menekan risiko kematian dini tersebut.

"Hasil riset kami menambah pengetahuan umum tentang manfaat menjadi bugar. Aktivitas fisik memiliki efek positif pada tekanan darah dan lipid dalam sistem kardiovaskular, selain mengurangi peradangan," kata Petiero-Vazquez, dikutip dari laman Runners World.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA