Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Tips Hindari Konflik Saat Berbisnis dengan Pasangan

Kamis 13 Dec 2018 09:07 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Ani Nursalikah

Bekerja sama.

Bekerja sama.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Konflik internal bisa berujung pada kualitas hubungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mimpi buruk terbesar dalam bisnis keluarga, apakah itu bersama pasangan atau kerabat sesungguhnya bukanlah utang, fluktuasi mata uang, atau krisis ekonomi. Masalah terbesar adalah munculnya konflik internal yang tak hanya berujung pada nasib bisnis, namun juga kualitas hubungan.

Berikut adalah cara menghindari konflik sekaligus mempertahankan hubungan baik saat memutuskan terjun ke bisnis keluarga, dilansir di Enterpreneur, Kamis (13/12).

Terapkan tujuan jelas

Tetapkan ekspektasi jelas terkait pembagian kerja di awal memulai bisnis. Putuskan apa yang perlu dibicarakan di tempat kerja, bukan di rumah. Terapkan batas waktu antara pekerjaan dengan keluarga. Buat aturan apa saja permasalahan kantor yang bisa dibahas di rumah, dan apa saja yang hanya bisa dibahas di kantor.

Pisahkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi

Meski bisnis keluarga sifatnya lebih fleksibel, namun Anda tetap harus profesional memisahkan kehidupan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Temukan keseimbangan itu, maka Anda berdua bisa menikmati pekerjaan bersama-sama. Di waktu lain, Anda juga bisa menikmati keharmonisan bersama pasangan atau keluarga bersama-sama.

Habiskan waktu berkualitas

Menghabiskan waktu berkualitas bersama, misalnya di akhir pekan, bisa mengurangi tekanan emosi sekaligus tekanan pekerjaan. Kurangi percakapan kerja saat berlibur.

Anda sebaiknya tak membawa pekerjaan pulang. Jam di rumah lebih panjang, sehingga secara harfiah tidak ada pemisahan antara kehidupan pribadi dengan dunia kerja.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA