Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Amerika Ubah Aturan Makan Sehat Anak yang Dulu Digagas Obama

Senin 10 Des 2018 13:33 WIB

Red: Indira Rezkisari

Michelle Obama mendampingi anak-anak makan di sekolahnya saat menggagas program makan sehat.

Michelle Obama mendampingi anak-anak makan di sekolahnya saat menggagas program makan sehat.

Foto: EPA
Aturan baru Trump membuat fleksibilitas dengan membolehkan tambahan garam dan lemak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika Presiden Obama menjabat, Ibu Negara Michelle Obama dikenal memiliki ketertarikan besar dalam isu gizi anak. Michelle termasuk menggagas regulasi makan sehat untuk anak-anak di Amerika.

Sejak Donald Trump menggantikan Obama, regulasi itu akan dilonggarkan lagi. US Department of Agriculture bahkan akan mengambil langkah mengeliminasi aturan makan di sekolah yang dulu dibuat pemerintahan Obama.

Menteri Sony Purduem, dikutip dari People, Senin (10/12), mengatakan aturan baru akan menguatkan sekolah dengan pilihan tambah untuk menyediakan makanan yang sehat dan menarik. Nanti aturan akan fokus pada tiga aspek regulasi yang dulunya digagas Michelle di tahun 2010 dengan nama Hunger-Free Kids Act. Aturan itu membuat menu makan sekolah dikurangi maksimla kalorinya, mengurangi garam dan lemak trans, serta mengharuskan lebih banyak buah, sayur, dan biji-bijian.

Kabarnya aturan di bawah pemerintahan Trump yang terbaru akan berlaku 12 Desember tahun ini. Nantinya aturan baru akan membolehkan sekolah menyediakan susu low fat, susu dengan rasa (sebelumnya hanya susu fat free yang boleh dengan rasa), juga membolehkan aturan biji-bijian menjadi half grain bukan harus whole grain. Di zaman Obama, anak-anak hanya boleh makan whole grain.

Administrator diberi lebih banyak waktu untu menurunkan kadar sodium di pilihan makanan harian anak. Sekolah juga tidak diharuskan memenuhi target yang diusulkan zaman Obama.

Menurut Purdue, jika anak tidak makan apa yang tersaji maka mereka justru tidak mendapat manfaat apa-apa. Pada akhirnya makanan justru akan terbuang.

"Kami akan terus mendengarkan sekolah, dan membuat perubahan yang sesuai logika yang dibutuhkan. Untuk memastikan anak akan memenuhi kebutuhannya berdasarkan pengalaman nyata anak di komunitasnya," ujar Purdue.

The School Nutrition Association mengatakan perubahan bisa memiliki efek positif. Sejak aturan Obama diberlakukan, dua juta anak berhenti berpartisipasi di program makan siang sekolah dari negara yang justru banyak ditujukan bagi keluarga menengah ke bawah.

"Aturan ini akan mendorong lebih banyak anak makan sehat di sekolah, dengan batasan kalori dan menawarkan buah, sayur, dan susu," ujar Presiden The School Nutrition Association, Gay Anderson.

Pakar nutrisi anak namun khawatir dengan aturan baru. Anak-anak Amerika tercatat mengonsumsi 3.387 mg garam per hari. Jumlahnya lebih dari standar 2.300 mg yang telah ditetapkan. Terlalu banyak garam bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

American Heart Association sudah menyurati pemerintah, yakni ke Purdue, mengatakan ketika berurusan dengan kesehatan anak, tidak boleh ada fleksibilitas. Gagal untuk memenuhi aturan pemberian garam yang sudah ditentukan takarannya secara ilmiah akan meletakkan kesehatan anak-anak dalam risiko.

Reuters juga melaporkan kalau sejumlah ahli kesehatan anak merasa prihatin dengan perubahan aturan. Sebab aturan akan mempengaruhi kesehatan 30 juta anak di Amerika.



Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA