Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Kebiasaan Buruk Ini Ganggu Hormon dan Siklus Menstruasi

Senin 10 Dec 2018 09:15 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Ani Nursalikah

Tidur memengaruhi seluruh hormon perempuan, mulai dari hormon seks, yaitu estrogen dan progesteron, kortisol, insulin, hingga melatonin.

Tidur memengaruhi seluruh hormon perempuan, mulai dari hormon seks, yaitu estrogen dan progesteron, kortisol, insulin, hingga melatonin.

Foto: Prayogi/Republika
Perempuan membutuhkan jam tidur lebih banyak dari laki-laki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Begitu banyak perempuan mengalami siklus menstruasi tak teratur, kram saat datang bulan, atau hormon tak seimbang. Ini memengaruhi delapan-20 persen perempuan di luar sana.

Banyak hal bisa dilakukan untuk memulihkan keseimbangan hormon, mulai dari mengubah pola makan, membersihkan usus, dan mengurangi stres. Namun, ada satu kebiasaan buruk yang mengganggu hormon perempuan setiap hari. Jawabannya adalah kurang tidur atau jam tidur tak teratur.

Tidur adalah rintangan besar terakhir yang membuat kesehatan seseorang tidak optimal. Padahal, tidur malam yang cukup justru lebih penting ketimbang nutrisi dan olah raga.

Bagaimana pola tidur memengaruhi hormon perempuan? Perempuan membutuhkan jam tidur lebih banyak dari laki-laki.

"Tidur sangat penting untuk keseimbangan hormon perempuan. Kebanyakan hormon dikendalikan hipotalamus dan hipofisis, dua bagian di otak yang bergantung pada ritme sirkadian normal saat tidur," kata Dokter Pengobatan Integratif dan penulis buku Super Woman RX, Taz Bhatia, dilansir di Mind Body Green, Senin (10/12).

Tidur memengaruhi seluruh hormon perempuan, mulai dari hormon seks, yaitu estrogen dan progesteron, kortisol, insulin, hingga melatonin. Perempuan yang kurang tidur satu malam saja sudah bisa mengalami gangguan hormon yang memicu sensitivitas glukosa darah keesokan harinya.

Kondisi ini kemudian memengaruhi suasana hati dan energi perempuan yang berujung pada pilihan diet buruk, berat badan, dan masalah hormon lainnya. Menurut penelitian Journal of Nature and Science of Sleep yang diterbitkan tahun ini, gangguan tidur pada siang dan malam hari berefek bola salju pada perempuan.

"Hormon seks sangat terikat dengan ritme sirkadian. Saat perempuan kurang tidur, kortisol meningkat dan melatonin menurun dan akhirnya memengaruhi produksi progesteron. Akibatnya perempuan mengalami lebih banyak kecemasan, menstruasi tidak teratur, dan insomnia," kata Dokter Naturopati dan ahli kesehatan perempuan, Jolene Brighten.

Jadi, berapa lama tidur yang baik bagi perempuan? Jawabannya delapan hingga sembilan jam per hari. Ini bisa menyeimbangkan hormon seks dan hormon kelaparan. Apa lagi yang bisa dilakukan? Kurangi kafein dan tambah asupan magnesium.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA