Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Kenali Serangan Panas pada Bayi dan Pencegahannya

Ahad 09 Dec 2018 12:15 WIB

Rep: MGROL116/ Red: Ani Nursalikah

Bayi Sakit (ILustrasi)

Bayi Sakit (ILustrasi)

Foto: Huffingtonpost
Memberi cairan yang cukup pada bayi sangat penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak-anak, khususnya bayi dan balita masih dalam masa pertumbuhan memiliki tubuh yang masih rentan terhadap lingkungan. Bayi juga sangat rentan terkena serangan panas atau heat stroke. Serangan panas akan berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Dikutip dari Boldsky, tubuh membutuhkan suhu internal tertentu (sekitar 37 derajat Celsius) untuk menjalankan semua fungsinya dengan baik agar tetap sehat. Suhu akan lebih rendah di pagi hari dan lebih tinggi di sore hari. Tetapi tubuh juga memiliki mekanisme sendiri untuk mendinginkan atau mengatur suhu agar tetap normal.

Pendinginan tubuh dapat terjadi dalam beberapa cara, termasuk berkeringat, radiasi (tubuh memancarkan panas), konduksi (melalui kontak fisik dengan objek lain), dan konveksi (melalui pergerakan molekul air atau udara melintasi kulit).  Terkadang mekanisme ini gagal mendinginkan suhu tubuh karena berbagai faktor.

Suhu tubuh yang naik ke tingkat tidak sehat yang dapat membuat sakit dan berisiko mengancam jiwa. Kondisi ini disebut serangan panas. Pada bayi, serangan panas dapat menyebabkan dampak yang sangat buruk karena kondisi tubuh bayi yang mungil.

photo

Penyebab Serangan Panas pada Bayi

Dehidrasi

Air sangat penting untuk tubuh. Air diperlukan dalam sel manusia untuk mengatur suhu tubuh, membuang kotoran, menjaga tubuh tetap lembab, membantu pencernaan, hidrasi, dan banyak fungsi lainnya.

Malnutrisi

Ketika bayi tidak mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat, tubuhnya akan menjadi kurang gizi dan lemah. Malnutrisi tidak hanya membuat tubuh rentan terhadap serangan panas, tetapi juga menyebabkan banyak komplikasi lain yang terkait dengan kesehatan yang buruk.

Suhu lingkungan yang panas

Pastikan anak-anak Anda minum banyak cairan dan jangan biarkan mereka berada di luar terlalu lama di bawah sinar matahari. Jangan memakaikan anak dengan pakaian hangat. Saat bepergian, jangan tinggalkan bayi Anda di dalam mobil yang diparkir.

Pakaian yang ketat

Pakaian yang sangat ketat telah terbukti membuat banyak orang sakit, terutama bayi. Pakaian yang terlalu ketat atau mencekik menyebabkan panas berlebih pada tubuh sehingga meningkatkan risiko serangan panas. Selain itu, pakaian ketat juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Kekurangan oksigen

Kekurangan oksigen melemahkan seluruh tubuh dan menyebabkan overheating. Jika tinggal di lingkungan yang panas, kemungkinan besar anak akan menderita serangan panas karena alasan ini. Ada berbagai faktor lain yang menyebabkan serangan panas, tetapi tergantung tempat tinggal, gaya hidup, kesehatan, dan sebagainya. Konsultasikan dengan dokter untuk analisis yang lebih rinci.

Tanda dan Gejala Serangan Panas pada Bayi

  • Meningkatnya suhu tubuh atau demam, yang tidak disertai dengan berkeringat.
  • Meningkatnya rasa haus dengan mulut kering.
  • Mata kering, terkadang kulit kering atau lesu.
  • Sakit kepala atau pusing.
  • Kram otot.
  • Kebingungan dan kegelisahan.
  • Peningkatan denyut nadi, sesak napas atau bahkan tidak sadar.
  • Muntah.
  • Sangat lelah, mengantuk, dan letih.
  • Urine lebih sedikit dari biasanya

Jika terdapat satu atau lebih dari gejala-gejala ini, segeralah bergegas ke rumah sakit sebelum kondisi memburuk. Dalam kasus ini, rehidrasi tubuh tidak akan membantu karena gejala akan semakin memburuk.

Langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah lepaskan pakaian yang dikenakan bayi dan baringkan di ruang yang sejuk. Bersihkan tubuh bayi dengan kain lap atau spons yang dicelupkan ke dalam air dingin. Buat bayi merasa kedinginan dengan mengipasinya.

Jika bayi Anda masih dalam tahap awal serangan panas atau baru terlihat gejala ringan, maka Anda dapat memberikan ASI. Anda juga bisa memberi air jika bayi Anda berusia lebih dari empat bulan.

Tetapi jika bayi Anda agak tidak sadar atau mengalami sesak napas, jangan diberikan minuman. Cara yang terbaik adalah pergi ke dokter sesegera mungkin. Dokter dapat melakukan tes diagnostik seperti pemeriksaan suhu rektal, tes darah dan/atau urine, tes fungsi otot, dan lainnya untuk memastikan memang terkena serangan panas. Namun, dokter biasanya segera mengetahui dan segera memberikan bantuan medis.

photo

Pengobatan Rumah Mencegah Serangan Panas pada Bayi

Hidrasi

Jaga tubuh bayi Anda agar selalu terhidrasi, terutama jika Anda tinggal di tempat-tempat beriklim panas. Ini tidak hanya mengurangi risiko serangan panas, tetapi juga akan meningkatkan kesehatan anak Anda secara keseluruhan.

Pakaian longgar

Pakaian ketat dapat menyebabkan tubuh terlalu panas dan juga menghambat sirkulasi darah anak-anak Anda. Berilah pakaian longgar atau pas yang memungkinkan udara masuk ke pakaian.

Tempat teduh saat di luar

Jagalah bayi Anda di tempat teduh dan jangan biarkan terlalu lama di bawah terik matahari. Ketika suhu di luar sangat tinggi, tetaplah berada di dalam rumah. Tetapi jangan meninggalkan anak di ruang terbatas seperti mobil yang cenderung lebih cepat panas daripada ruang terbuka.

Obat-obatan

Jika bayi Anda harus minum obat tertentu untuk kondisi medis, harus lebih hati-hati karena beberapa obat cenderung mengeringkan tubuh dan membuatnya rentan terhadap serangan panas. Konsultasilah dengan dokter untuk mengetahui lebih banyak efek samping dari obat-obatan tersebut.

Mandi air dingin

Mandikan anak Anda dengan air dingin dari waktu ke waktu, terutama bila terlalu panas di luar. Mandi air dingin akan membantu mengatur suhu tubuh anak-anak. Namun, jika anak Anda menggigil setelah mandi air dingin, segera hangatkan anak Anda karena menggigil adalah proses yang menghasilkan lebih banyak panas dalam tubuh.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA