Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

ASI Eksklusif Enam Bulan Cegah Pneumonia

Jumat 30 Nov 2018 07:05 WIB

Red: Ani Nursalikah

Dokter memeriksa rontgent paru anak yang dicurigai pneumonia.

Dokter memeriksa rontgent paru anak yang dicurigai pneumonia.

Foto: Baby Center
Pneumonia yang disebabkan virus dapat dihindari dengan menjaga kebersihan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Unit Kerja Khusus Respirologi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) Nastiti Kaswandani mengatakan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan kepada bayi dapat melindungi anak dari pneumonia. "Selain itu, anak juga memerlukan nutrisi yang cukup sehingga memiliki gizi yang baik," kata Nastiti dalam Seminar Media Hari Pneumonia Dunia yang diadakan PP IDAI di Jakarta, Kamis (29/11).

Baca Juga

Anak juga harus dicegah mengalami defisiensi vitamin A. Karena itu, semua anak di bawah lima tahun (balita) harus mendapatkan vitamin A dua kali setahun, yaitu setiap Februari dan Agustus di pos pelayanan terpadu. Orang tua juga perlu mengurangi polusi asap rumah tangga dari tungku dan kompor di dapur. Kompor perlu dibersihkan secara teratur agar tidak menimbulkan polusi asap di dalam rumah.

"Orang tua juga jangan merokok di dalam rumah sehingga anak terpapar asap rokok sebagai perokok pasif," jelasnya.

Pneumonia yang merupakan penyakit disebabkan virus juga dapat dijaga dengan menjaga kebersihan. "Karena itu, biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih," ujarnya.

Pneumonia merupakan infeksi paru yang disebabkan mikroorganisme dan masih menjadi penyebab kematian terbesar bayi dan balita. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi pneumonia di Indonesia pada 2013 sebesar 4,5 persen dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia satu tahun hingga empat tahun dan 45 tahun hingga 54 tahun.

Terdapat 988 kasus pneumonia pada setiap 100 ribu pasien rawat inap dengan rata-rata lama masa rawat 6,1 hari. Sebanyak 25.481 anak dilaporkan meninggal dunia pada 2015 akibat pneumonia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA