Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Latihan Statis Kurangi Risiko Sakit Jantung Lebih Banyak

Senin 19 Nov 2018 05:33 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Endro Yuwanto

Aerobik. Ilustrasi.

Aerobik. Ilustrasi.

Foto: theguardian.co.uk
Latihan statis mengurangi risiko penyakit jantung lebih banyak dibanding aerobik.

REPUBLIKA.CO.ID, Para ilmuwan studi kebugaran fisik menyatakan, semua aktivitas fisik bermanfaat. Tetapi mereka mengungkapkan, latihan statis seperti latihan kekuatan dapat mengurangi risiko penyakit jantung lebih banyak daripada kegiatan aerobik seperti berlari.

Untuk penelitian ini, para peneliti menganalisis berbagai faktor risiko kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, diabetes, dan kolesterol tinggi. Semua itu dikaitkan dengan dua jenis latihan ini.

Mereka menggunakan data dari 4.089 orang dewasa Amerika Serikat (AS) dalam Survei Kesehatan dan Gizi Nasional pada 2005-2006. Peneliti membuat penyesuaian untuk usia, jenis kelamin, dan apakah orang tersebut merokok atau tidak.

Orang dewasa dibagi menjadi dua kelompok usia. Yakni orang dewasa muda berusia 21 hingga 44 tahun dan dewasa yang lebih tua berusia 45 tahun ke atas.

Secara total, sekitar sepertiga (36 persen) orang dewasa muda dan seperempat (25 persen) dari orang dewasa yang lebih tua dicatat telah ikut serta dalam kegiatan dinamis, seperti berjalan dan bersepeda.

Para peneliti menemukan bahwa terlibat dalam kedua jenis kegiatan bisa dikaitkan dengan 30 hingga 70 persen tingkat yang lebih rendah dari faktor risiko kardiovaskular. Tetapi peneliti menemukan manfaat paling kuat di antara mereka yang lebih muda dan memilih olahraga statis.

“Aktivitas statis tampak lebih bermanfaat daripada dinamis dan pasien yang melakukan kedua jenis aktivitas fisik bernasib lebih baik daripada pasien yang hanya meningkatkan satu jenis aktivitas,” kata ahli epidemologi statistik dan asisten profesor di St George University di Grenada Dr Maia Smith, seperti yang dilansir dari iNews.co.uk, Ahad (18/11).

Smith percaya hal ini memberi kesempatan bagi dokter untuk memberi konseling pada pasien yang lebih tua bahwa mereka yang masuk ke gym atau mengikuti lomba jalan akan baik-baik saja. "Yang penting adalah memastikan mereka terlibat dalam aktivitas fisik,” ujarnya lagi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA