Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Kebisingan Lalu Lintas Bisa Sebabkan Kelebihan Berat Badan

Senin 19 Nov 2018 02:42 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Endro Yuwanto

Kemacetan lalu lintas (ilustrasi)

Kemacetan lalu lintas (ilustrasi)

Foto: EPA/Abir Abdullah
Bisa jadi karena kebisingan menghasilkan stres dan mempengaruhi tidur.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penelitian terbaru mengungkapkan paparan jangka panjang membunyikan klakson dan mendengarkan kebisingan lain dari lalu lintas jalan dapat menyebabkan kelebihan berat badan. Studi ini menunjukkan peningkatan 10 desibel (dB) dalam tingkat kebisingan rata-rata dikaitkan dengan 17 persen peningkatan obesitas.

“Analisis kami menunjukkan orang-orang yang terpapar pada tingkat kebisingan lalu lintas tertinggi berada pada risiko yang lebih besar mengalami obesitas,” kata peneliti utama dari Institut Kesehatan Global Barcelona di Spanyol, Maria Foraster, seperti yang dilansir dari Indian Express, Ahad (18/11).

Foraster mengatakan, bisa jadi karena kebisingan menghasilkan stres dan mempengaruhi tidur. Ini mengubah tingkat hormon dan tekanan darah. Selain itu, di antara efek lainnya, gangguan tidur menghilangkan regulasi metabolisme glukosa dan mengubah nafsu makan.

Dalam jangka panjang, kata Foraster, efek ini dapat menimbulkan perubahan fisiologis kronis. Ini akan menjelaskan hubungan antara paparan terus-menerus kebisingan lalu lintas dan penyakit kardiovaskular, atau asosiasi yang lebih baru ditemukan dengan diabetes dan obesitas. “Temuan kami menunjukkan bahwa mengurangi kebisingan yang berhubungan dengan lalu lintas juga bisa menjadi cara memerangi epidemi obesitas,” jelasnya.

Penelitian ini telah diterbitkan dalam Jurnal Environment International. Para peneliti juga melibatkan 3.796 orang dewasa dan memeriksa indeks massa tubuh (BMI), lingkar pinggang lemak tubuh, obesitas sentral, dan kelebihan berat badan.

Peneliti juga menganalisis paparan kebisingan yang dihasilkan oleh pesawat terbang dan lalu lintas kereta api. Hasilnya, peneliti tidak menemukan hubungan signifikan kecuali dalam kasus paparan jangka panjang terhadap kebisingan kereta api yang dikaitkan dengan risiko kelebihan berat badan yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA