Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Hati-Hati, Kuman di Mulut Bisa Bahayakan Paru-Paru Anda

Selasa 13 Nov 2018 05:15 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Ani Nursalikah

Menggosok gigi.    (ilustrasi)

Menggosok gigi. (ilustrasi)

Foto: Republika/Prayogi
Merawat kesehatan mulut dan gigi berarti mencegah pneumonia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjaga kebersihan gigi dan mulut menjadi sebuah keharusan. "Di dalam mulut banyak kuman. Kuman ini tidak akan timbulkan penyakit kalau sistem imun kita bagus. Tapi kalau sistem imun buruk tadinya kuman hanya numpang di dalam mulut justru bisa menjadi penyakit," ujar Ketua Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI RS Persahabatan, Erlina Burhan di sela konferensi pers World Pneumonia 2018, yang diselenggarakan PDPI di Jakarta, Selasa (12/11).

Perempuan yang juga menjadi Anggota Pokja Infeksi Nontuberkulosis Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ini menambahkan kuman yang tadinya hanya menumpang bisa menjadi berjaya dengan memperbanyak diri. Mereka kemudian menyerang organ tubuh.

Baca Juga

Dan bagian yang paling cepat diserang adalah saluran nafas. Karena itu orang yang mulut dan giginya tidak terjaga kebersihannya paling mudah terkena pneumonia.

"Kuman lebih dekat menyerang ke saluran pernafasan itu paling dekat kalau lambung cukup jauh," ungkapnya.

Dengan merawat kesehatan mulut dan gigi berarti Anda mencegah pneumonia. Salah satunya dengan menambal gigi berlubang, rajin menyikat gigi dua kali sehari dan periksa kesehatan gigi secara regular

Cegah pneumonia

Selain itu, menurut dokter Erlina, pneumonia bisa dicegah dengan berhenti merokok. Asap rokok melumpuhkan bulu getar yang ada di saluran nafas. Rokok juga menurunkan sistem imun.

Tak hanya itu, cegah pneumonia dengan mengurangi atau berhenti minum alkohol. Anda juga harus mengonsumsi gizi seimbang dan cukup.

Pencegahan lainnya bisa dengan vaksinasi. Terdapat tiga jenis vaksin untuk pencengahan pneumonia,  yaitu pneumococcal polysaccharide vaccine, inactivated influenza vaccine, dan live attenuated influenza vaccine.

Vaksin pneumococcal polyscchasaride direkomendasikan untuk orang usia 65 tahun atau lebih, usia dua sampai 64 tahun dengan risiko tinggi pneumonia dan perokok. Kelompok risiko tinggi dimaksud adalah penyakit kardiovaskular kronik, penyakit paru kronik, diabetes mellitus, alkoholisme, aspkenia, kondisi atau status imunokompromais dan penghuni panti (fasilitas pelayanan jangka panjang).

Vaksin inactivated influenza direkomendasikan pada usia 50 tahun atau lebih, orang dengan penyakit kardiovaskular kronik, penyakit paru kronik (termasuk asma), penyakit metabolik termasuk DM, gangguan fungsi ginjal, hemoglobulinopati, keadaan atau status imunokompromias, gangguan fungsi paru termasuk peningkatan risiko pernapasan dan kehamilan.

Selain itu, ada vaksin live attenuated influenza direkomendasikan untuk usia lima sampai 49 tahun dan tidak diberikan pada kelompok risiko tinggi. Pasien pneumonia yang masih merokok harus berhenti merokok. Perokok sebaiknya dilakukan vaksinasi baik pneumokokal maupun influenza. Selain itu perhatikan pencegahan dan pengendalian infeksi, kebersihan pernapasan yaitu cuci tangan dengan handrub atau air mengalir setelah kontak dengan pasien influenza, dan pasien menggunakan masker.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA