Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Atasi Pneumonia dengan Cara Ini

Selasa 13 Nov 2018 04:57 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Ani Nursalikah

Dokter memeriksa rontgent paru anak yang dicurigai pneumonia.

Dokter memeriksa rontgent paru anak yang dicurigai pneumonia.

Foto: Baby Center
Pneumonia dapat menyebabkan kematian sehingga diagnosis harus segera.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apabila seseorang dicurigai mengalami pneumonia , maka harus segera dibawa kedokter. Disana mereka akan melampaui beberapa proses pemeriksaan. Apa saja langkah-langkahnya?

Pertama akan dilakukan wawancara medis atau anamnesis. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan fisis umum dan paru serta pemeriksaan penunjang yaitu foto ronsen dada, pemeriksaan darah dan pemeriksaan bakteri penyebab dari dahak (pemeriksaan gram dan kultur mikroorganisme).

Diagnosis pneumonia komunitas adalah berdasarkan foto rontgen dada dan berdasarkan gejala klinis, yaitu batuk, perubahan warna dahak, suhu tubuh 38 derajat celsius, nyeri dada, sesak napas. Dari pemeriksaan fisik paru ditemukan tanda konsolidasi atau perubahan bunyi napas dan dari pemeriksaan penunjang laboratorium darah ditemukan jumlah sel darah putih 10.000 uL atau < 4.500 uL.

Baca Juga

"Apabila seorang didiagnosis sebagai pneumonia maka tindak lanjut berikutnya adalah menentukan apakah pasien dirawat inap atau dapat rawat jalan," ujar Ketua Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI RS Persahabatan, Erlina Burhan.

Pneumonia dapat menyebabkan kematian sehingga diagnosis harus segera sehingga dapat diberikan penanganan yang adekuat. Tatalaksana adekuat meliputi pemberian antibiotik dan tatalaksana non-farmakologis lainnya seperti nutrisi, resusitasi cairan, pemberian antipiretik bila demam dan lainnya. Pemberian antibiotik awal adalah bersifat empiris artinya antibiotik diberikan berdasarkan pola kuman penyebab terbanyak dan tersering.

Sebelum antibiotik diberikan dahak harus diambil untuk ditumbuhkan dan menjadi panduan antibiotik selanjutnya apabila pasien mengalami perburukan. Pemberian antibiotik empiris berdasarkan riwayat pemakaian antibiotik dalam tiga bulan sebelumnya dan pasien dengan penyakit peserta atau komorbid.

Apabila pasien mengalami pneumonia berat sehingga memerlukan pengawasan lebih ketat atau memerlukan alat bantu napas, maka pasien memerlukan perawatan intensif di RICU atau ICU. Pada umumnya prognosis adalah baik, tergantung dari faktor pasien, bakteri penyebab dan penggunaan antibiotik yang tepat serta adekuat.

Perawatan yang baik dan intensif sangat mempengaruhi prognosis penyakit pada pasien yang dirawat. Angka kematian pasien pneumonia komunitas kurang dari 5 persen pada pasien rawat jalan dan 20 persen pada pasien rawat inap.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA