Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Makin Marak Kosmetik Gunakan Ganja

Senin 12 Nov 2018 14:52 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

Makin marak produk kosmetik yang menggunakan ganja.

Makin marak produk kosmetik yang menggunakan ganja.

Foto: Independent
Kosmetik yang menggunakan ganja diklaim bisa menghaluskan keriput.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ganja menjadi legal di Kanada dan negara bagian Oklahoma, Amerika Serikat. Saat ini ada banyak diskusi tentang manfaatnya pada kesehatan. Selain mengobati berbagai kondisi kesehatan, ganja juga baru-baru ini masuk dalam industri kecantikan.

CBD, senyawa kimia non-psikoaktif yang ditemukan di pabrik ganja, telah digunakan oleh beberapa merek dalam produk, termasuk maskara dan pelembab. Selama produk hanya mengandung jumlah jejak THC (tetrahydrocannabinol), senyawa utama dalam ganja, maka mereka dapat secara legal dijual kepada konsumen.

Menurut Brightfield Group, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam penelitian pasar ganja dan CBD, CBD adalah  tren berikutnya pada bahan kecantikan fungsional. Ganja disebut mungkin memiliki dampak yang sama seperti shea butter dan aloe. Meningkatnya minat ganja sebagai obat, rekreasi, dan kosmetik diperkirakan akan mencapai nilai sekitar 22 miliar dolar AS pada 2022.

Pada September tahun ini, label kecantikan Prancis Sephora meluncurkan merek kosmetik kandungan ganja pertamanya yang disebut High Beauty. Diluncurkan dengan dua produk, yakni minyak wajah ganja High Expectations dan pelembab wajah ganja High Five.

Pendiri High Beauty Melissa Jochim menjelaskan ada pergeseran sikap dalam cara orang memandang ganja. Ganja dilihat oleh banyak orang sebagai produk kesehatan dan bukan sekadar narkoba.

"Ini belum mainstream sampai orang mulai melihatnya sebagai bahan gaya hidup, atau satu untuk kesejahteraan," katanya dilansir di Independent, Senin (12/11).

Merek Estee Lauder juga menjadi salah satu perusahaan kecantikan utama pertama yang merilis produk ganja awal tahun ini. Di situsnya, Estee Lauder menyatakan semua bahan yang digunakan untuk memproduksi produk bersertifikat dalam kisaran 100 persen alami. Mereka mengklaim hanya menggunakan ganja kelas atas yang ditanam secara lokal.

Stasiun berita di Ohio WHIO-TV melakukan penyelidikan terhadap produk kecantikan yang dijual di Amerika yang mengandung CBD. Tim tersebut menemukan banyak produk yang datang dengan jaminan bahwa CBD memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Kandungan ini mempunyai kemampuan membantu orang memperbaiki kondisi kulit mereka, menghaluskan keriput dan menebalkan bulu mata mereka.

"Produk-produk ini, mereka tidak akan membuat Anda mabuk atau sesuatu seperti itu. Mereka tidak memiliki komponen psikoaktif di dalamnya," ujar seorang dokter keluarga yang berbasis di Florida Gregory Samano.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA