Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Diet Rendah Lemak Bantu Hidup Anak Penderita Kanker

Selasa 06 Nov 2018 10:16 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indira Rezkisari

Anak makan buah. Anak yang menderita leukemia limfoblastik akut terbukti lebih menguntungkan kesehatan bila menjalani diet rendah lemak.

Anak makan buah. Anak yang menderita leukemia limfoblastik akut terbukti lebih menguntungkan kesehatan bila menjalani diet rendah lemak.

Foto: Pxhere
Satu dari tiga anak dengan leukemia limfoblastik akut obesitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diet rendah lemak membantu menambah harapan hidup bagi anak penderita kanker. Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) menemukan diet tersebut membantu anak dengan leukemia limfoblastik akut. Kanker itu adalah yang paling umum diderita oleh anak-anak.

Percobaan dilakukan dengan menggunakan tikus putih obesitas yang menderita leukemia. Sebelum memperoleh kemoterapi, tikus diberi perlakuan diet rendah lemak. Hasilnya, tikus yang menjalani diet punya harapan hidup lebih baik.

Tikus yang diet rendah lemak punya harapan hidup lima kali lebih banyak daripada tikus dengan diet tinggi lemak. Hasil riset ini sudah dipublikasikan di jurnal Cancer & Metabolism.

"Hal yang paling mengejutkan untukku adalah fakta yang menunjukkan bahwa diet bisa membantu membunuh sel-sel leukemia pada anak dengan leukemia limfoblastik," kata Steven Mittelman dari UCLA Mattel Children's Hospital dikutip Indian Express.

"Terapi bagi penderita leukemia sangat beracun, sehingga menemukan diet sehat tanpa meningkatkan kandungan racun selama terapi adalah hal yang luar biasa," imbuh Mittelman.

Tikus-tikus yang menjalani diet rendah lemak punya peningkatan harapan hidup 92 persen. Sedangkan tikus-tikus tanpa diet rendah lemak hanya punya harapan hidup 17 persen.

Riset ini merupakan lanjutan dari riset Mittelman sebelumnya. Di riset terdahulu ia mendapati ternyata obesitas membuat obat kemoterapi leukemia bekerja kurang efektif. Setelah kemoterapi, anak dengan leukemia yang mengalami obesitas 50 persen lebih sering kambuh.

Studi lain juga menemukan satu dari tiga anak dengan leukemia limfoblastik kelebihan berat badan saat didiagnosis. Leukemia limfoblastik akut adalah kanker pada limfoid sel darah. Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya limfosit tak matang dalam jumlah besar.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA