Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Musik Baik untuk Kesehatan Jantung

Rabu 24 Oct 2018 14:02 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Mendengarkan musik.

Mendengarkan musik.

Foto: EPA
Musik santai dapat menurunkan denyut jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musik tidak hanya dimanfaatkan untuk hiburan semata. Studi menyatakan musik memiliki pengaruh yang besar untuk kesehatan jantung.

Musik tidak hanya melibatkan sistem pendengaran. Namun, banyak bagian otak, termasuk area yang bertanggung jawab untuk gerakan, bahasa, perhatian, memori, dan emosi.

"Tidak ada stimulus lain di bumi yang secara bersamaan melibatkan otak kita sama luasnya dengan musik," kata terapis musik neurologis bersertifikat di Rumah Sakit Rehabilitasi Spaulding yang berafiliasi Harvard Brian Harris, dikutip dari Health Harvard.

Aktivasi global ini terjadi secara keseluruhan. Artinya, saat mendengarkan musik, memainkan alat musik, atau bernyanyi, bahkan secara tidak resmi di mobil atau tempat lainnya akan mendapatkan stimulus yang sama.

Musik dapat mengubah kimia di otak dan perubahan ini dapat menghasilkan manfaat kardiovaskular, sebagaimana dibuktikan oleh sejumlah penelitian yang berbeda. Misalnya, penelitian telah menemukan mendengarkan musik memungkinkan orang untuk berolahraga lebih lama selama tes stres jantung dilakukan pada sepeda treadmill atau stasioner.

Di samping itu, manfaat lainnya seperti memperbaiki fungsi pembuluh darah dengan merilekskan arteri, membantu denyut jantung dan tingkat tekanan darah untuk kembali ke baseline lebih cepat setelah aktivitas fisik, dan meredakan kecemasan pada korban serangan jantung.

Pemrosesan suara dimulai di batang otak, yang juga mengatur laju detak jantung dan pernapasan. Hubungan ini dapat menjelaskan mengapa musik santai dapat menurunkan denyut jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah dan juga tampaknya meredakan rasa sakit, stres, dan kecemasan.

Penelitian menunjukkan, musik yang dipilih oleh pasien menunjukkan efek yang lebih menguntungkan daripada musik yang dipilih oleh orang lain. Menurut American Music Therapy Association, musik memancing tanggapan karena keakraban, prediktabilitas, dan perasaan keamanan yang terkait dengannya.

Dalam studi tes stres jantung yang dilakukan di universitas Texas, sebagian besar peserta Hispanik diperdengarkan musik dengan tempo cepat seperti Latin oleh peneliti. Dalam studi relaksasi arteri, yang menguji musik klasik dan rock, perbaikan lebih besar ketika penggemar klasik mendengarkan musik klasik daripada ketika mereka mendengarkan musik rock, dan sebaliknya.

Seseorang yang menyukai opera mungkin menemukan aria yang sangat menenangkan. "Tapi sejujurnya, jika Anda tidak peduli dengan opera, itu bisa memiliki efek sebaliknya!"

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA