Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Diet Vegan saat Hamil, Amankah?

Jumat 05 Oct 2018 10:40 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ilustrasi Ibu hamil  makan

Ilustrasi Ibu hamil makan

Foto: Republika/Mardiah
Vegan Society of Indonesia mengklaim diet yang kaya protein baik untuk ibu hamil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini banyak yang beranggapan bahwa menjalani pola hidup vegan saat hamil bisa mengakibatkan kekurangan gizi pada anak. Menurut Presiden Vegan Society of Indonesia, Dr. Susianto Tseng, anggapan tersebut tidaklah benar. Diet vegan justru memberikan manfaat yang besar baik untuk ibu maupun anak.

Baca Juga

Susianto menjelaskan, pada usia kehamilan, ibu membutuhkan penambahan zat gizi seperti protein, zat besi, asam amino, kalsium hingga vitamin dan mineral. Semua zat gizi tersebut banyak terdapat pada bahan makanan nabati dibandingkan bahan makanan hewani. 

Misal, protein pada daging 9-23 persen, telur 12-13 persen, dan ikan sekitar 16-25 persen. Sedangkan yang tertinggi itu justru protein dari nabati yaitu kedelai sebesar 34 persen. Selain kedelai, banyak kacang-kacangan dan jamur-jamuran yang proteinnya juga tinggi. 

"Di samping itu, kebutuhan asam amino juga lebih lengkap di kedelai, ditambah nabati lain yang tersaji dalam satu piring, asam aminonya akan saling melengkapi," tambah Susianto. 

Sementara, zat besi tinggi bisa ditemukan pada sayur-sayuran hijau seperti bayam. Nabati lainnya juga banyak terkandung di dalam tempe. Susu yang selama ini digadang-gadang tinggi kalsium bahkan juga memiliki efek samping. Bila diperhatikan lebih rinci, berdasarkan piramida makanan, hampir sebagian besar adalah nabati. 

Susianto menjelaskan beberapa kelebihan dari ibu hamil yang menjalani pola hidup vegan. Berdasarkan penelitian, ibu hamil yang vegan berisiko lebih rendah mengalami preklemasi. Preklamsi adalah meningkatnya tekanan darah pada ibu hamil yang berisiko kematian. 

Dari 775 ibu hamil yang vegan, hanya terjadi satu kasus preklamsi atau hanya 0.1 persen. Sedangkan kelompok ibu hamil yang tidak vegan preklamsinya bisa mencapai 5 persen. Selain itu, anak dari ibu hamil yang vegan lahir dengan berat ideal sekitar 2.5 kilogram hingga 4.5 kilogram. Artinya anak tersebut tidak mengalami kurang berat badan lahir. Bedanya bisa sampai 400 gram lebih tinggi dari anak yang lahir dari ibu hamil tidak vegan. 

Dengan diet vegan, justru kebutuhan gizi baik ibu hamil maupun anak mulai dari janin sampai usia dua tahun mudah dipenuhi. Menurut Susianto, pemenuhan gizi 1000 hari pertama kehidupan anak sangat penting untuk proses tumbuh kembang. 

"Pada masa emas anak ini terjadi pertumbuhan sel saraf sampai 80 persen. Kalau kita melewatkannya dengan kurang gizi maka ini akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak termasuk IQ," tutup Susianto.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA