Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Tiga Pulau Terpencil di Australia yang Seru untuk Berlibur

Senin 03 Sep 2018 19:41 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Indira Rezkisari

Rottnest Island Australia.

Rottnest Island Australia.

Foto: Wikimedia
Di pulau wisatawan bisa berenang atau mengeksplor pantai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suasana yang tenang, alam yang eksotis dan pemandangan yang indah menjadi salah satu alasan orang memilih berlibur ke pulau terpencil. Berlibur di pulau terpencil bisa menjadi obat penghilang stres bagi orang-orang yang biasa disibukkan dengan rutinitas padat di perkotaan.

Di negara kepulauan seperti Australia, ada beberapa pulau terpencil yang bisa dijadikan destinasi wisata. Salah satunya Vlasoff Cay yang menawarkan lokasi wisata lataknya pulau pribadi. Dikelilingi samudra biru, pulau pasir kecil ini hanya muncul saat air laut surut.

Dengan tanpa pohon pohon, bangunan atau pun penduduk, pengunjung bisa bersantai, berenang, snorkle atau sekedar bermain pasir di pulau terpencil itu. Untuk mencapai pulau itu, pengunjung bisa menggunakan helikopter atau menyewa kapal dari Cairns.

Bagi Anda yang ingin merasakan hidup layaknya penduduk lokal di pulau terpencil, Rottnest Island adalah pilihan yang tepat untuk dikunjungi. Lokasinya tidak jauh dari Perth, hanya naik kapal sejenis feri pengunjung bisa sampai ke pulau tersebut.

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sana. Mulai dari berenang, mengeksplor 63 pantai indah, bermain dengan si hewan kecil yang menggemaskan "Quokka" atau bersepeda berkeliling pulau. Jika tidak ingin ke mana-mana, pengunjung bisa bersantai di hotel atau kafe sekitaran pantai.

Selanjutnya ada Lord Howe yang bisa ditempuh dengan penerbangan dua jam dari Sydney. Lord Howe terkenal karena bentuknya yang unik menyerupai bulan sabit. Keindaham alam pulau ini sangat lengkap karena di dalamnya ada hutan hujan, pasir pantai putih dan air bersih seperti kristal.

Lord Howe memberikan sensasi berlibur seperti di pulau pribadi. Hal ini karena otoritas membatasi jumlah orang yang bisa masuk ke pulau tersebut, yaitu tidak lebih dari 400 orang. Itu artinya, pengunjung bisa lebih leluasa melakukan aktivitas seperti berenang, makan malam di pantai atau menikmati produk makanan lokal yang lezat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA