Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Batas Kursi Pesawat Sering Jadi Titik Pertikaian Penumpang

Selasa 21 Aug 2018 19:53 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Memilih kursi di dalam pesawat

Memilih kursi di dalam pesawat

Foto: Independent
Masalah sandaran kursi juga sering kali membuat penumpang lain tak nyaman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat travelling banyak hal yang menjengkelkan mungkin terjadi. Diantaranya berebutan lengan atau pembatas kursi pesawat dan terganggu karena penumpang didepan Anda merendahkan kursi terlalu rendah.

Amanda Pleva, seorang pramugari untuk perusahaan penerbangan AS, juga mengatakan dia secara teratur menyaksikan "pertempuran wilayah" di antara penumpang  terutama ketika masalah lengan kursi.

Lengan kursi di kedua sisi kursi tengah sering menjadi titik pertikaian bagi banyak penumpang. Tapi Pleva mengatakan jawaban untuk siapa yang memiliki kepemilikan atas lengan kursi polos dan sederhana.

“Orang tengah mendapatkan kedua lengan kursi. Karena penumpang yang dekat jendela dapat bersandar ke dinding dan orang di kursi lorong dapat meregangkan kakinya," ujarnya seperti dilansir dari laman Departure, Selasa (21/8).

Baca: Kesalahan Umum yang Dilakukan Orang saat Travelling

Selain itu Anda mungkin bisa berbagi atau bergiliran  menggunakan sandaran tangan, tapi yang paling penting adalah penumpang  menyadari ruang kecil di pesawat dan bersedia melakukan kompromi. 

Selain masalah lengan kursi, masalah sandaran kursi juga sering terjadi. Jika penumpang yang duduk di depan Anda  menyandarkan tempat duduknya sepanjang jalan, apakah boleh meminta orang itu untuk membalikannya?

“Anda harus benar-benar berhati-hati tentang bahasa yang Anda pilih di sini,” ujar Lizzie Post, wakil presiden Emily Post Institute dan cucu buyut ahli etiket Emily Post.

Dia mengatakan Anda boleh meminta orang di depan Anda untuk menarik kembali kursinya, tapi hanya jika Anda melakukannya dengan nada ramah. Dan jika semuanya gagal, ingatlah bahwa ketidaknyamanan itu bersifat sementara. Jangan melakukan hal-hal dengan cara balas dendam yang hanya akan membuat keadaan menjadi lebih buruk di lingkungan yang kecil itu.

Tapi apakah adil bagi Anda untuk merebahkan tempat duduk Anda kembali? "Jika Anda tidak merasa itu benar-benar diperlukan, Anda harus mempertimbangkan untuk menghindarinya, kata Post.

Jika Anda memutuskan untuk merebahkan tempat duduk Anda kembali, bagaimanapun, ada cara untuk melestarikan kesopanan umum. Pertama, Anda dapat memeriksa apakah orang yang duduk di belakang Anda  memiliki anak  atau laptop di pangkuannya, dan kemudian membiarkan penumpang itu tahu Anda hanya akan berbaring di kursi Anda untuk waktu yang terbatas. Dia memasang penghitung waktu di telepon untuk mengingatkannya ketika meluruskan tempat duduknya, terutama jika dia tertidur.

"[Bicara] mendapat reaksi yang positif dibandingkan dengan hanya melemparkan kursi Anda kembali dan kemudian memiliki orang di belakang Anda bertanya-tanya apakah ini akan terjadi selama enam jam ke depan atau tidak," kata Post.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA