Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Studi: Milenial Ternyata Pemberi Tip Terburuk

Kamis 21 Jun 2018 18:07 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Hampir di semua negara ada budaya untuk memberi tip bagi orang yang membantu. sayangnya budaya ini mulai hilang di tangan milenial

Hampir di semua negara ada budaya untuk memberi tip bagi orang yang membantu. sayangnya budaya ini mulai hilang di tangan milenial

Foto: newyorkpost.com
Sebagian milenial menilai memberi tip bukan kebiasaan baik

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Budaya memberikan tip atas jasa yang diterima bukan hal aneh lagi di Indonesia. Namun, generasi milenial justru menjadikan budaya tersebut mulai menghilang atau dengan kata lain tak banyak digunakan.

Generasi milenial di Amerika Serikar dengan rentang usia 18 hingga 37 tahun  merupakan pemberi tip terburuk. Bahkan, mereka mengatakan, akan memilih harga yang lebih tinggi jika tips dihilangkan.

CreditCards.com melakukan survei terhadap 1.000 orang. Dari hasil itu ditemukan kaum milenial mungkin hanya mengambil kebiasaan tip murah ketika mereka melakukan perjalanan ke negara-negara asing di mana tip bukanlah tradisi.

Padahal, di negara Barat tip merupakan tradisi yang sudah lama terbangun. Hanya saja generasi saat ini menganggap itu bukan kebiasan yang baik dan perlu dilakukan.

"Orang Amerika Serikat di kelompok usia itu mungkin kelompok yang buruk karena mereka tidak punya banyak uang dan menjadi hemat. Dan itu bisa menjadi pertanda masalah yang lebih besar di masa depan, bukan hanya sekadar kedermawanan dalam memberikan tip," dikutip dari NYPost, Kamis (21/6).

Baca: Pemerintah Trump Ingin Larang Uang Tip Bagi Pegawai Restoran

Tahun lalu Good Housekeeping Institute merilis sebuah infografik untuk membantu pelancong memberikan tip di negara yang dikunjungi. Alasannya banyak negara yang masyarakat memang menginginkan tip, namun ada juga negara yang justru hal tersebut menyinggung mereka.

Menurut info tersebut, tip adalah hal biasa di kebanyakan negara Barat namun pada belahan dunia lain, ada risiko menyinggung staf jika Anda meninggalkan uang di meja makan. Salah satunya, tip tidak terlalu diharapkan di banyak negara Asia Tenggara meski tetap akan dihargai.

Amerika Serikat ada di peringkat puncak pada jumlah tip restoran dengan tip yang diharapkan berkisar antara 15 sampai 25 persen dari jumlah tagihan yang dibayar pelanggan. Sedangkan di Spanyol, Portugal, Afrika Selatan, Australia, dan New Zealand, jumlah tip untuk staf rumah makan cukup 10 sampai 15 persen saja.

 

Sementara di Prancis, persenan untuk tip seringkali sudah disertakan dalam total biaya makan, meski banyak pelanggan masih menambahkan 10 persen lagi demi sopan santun. Namun di Jepang dan Cina, memberi tip di restoran dan taksi tidak disukai dan lebih baik dihindari.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA