Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Mengapa Ibu Hamil Perlu Tidur Siang?

Sabtu 16 Jun 2018 08:09 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Esthi Maharani

Ibu hamil

Ibu hamil

Foto: corbis.com
Ibu hamil dianjurkan tidur 1-1,5 jam di siang hari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian terbaru menyebutkan ibu hamil yang tidur siang lebih sedikit biasanya melahirkan bayi dengan berat badan kecil. Hasil ini telah diterbitkan dalam Jurnal Sleep Medicine berdasarkan riset terhadap 10 ribu wanita berusia 15-50 tahun dari studi Healthy Baby Cohort di Cina.

Ibu hamil yang tidur 1-1,5 jam di siang hari 29 persen kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan rendah sangat kecil. Bayi kategori ini didefenisikan dengan berat kurang dari 2,5 kilogram. Ibu hamil yang tidur siang lima hingga tujuh jam per pekan, 22 persen lebih kecil kemungkinannya memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah.

"Sepengetahuan kami, ini adalah studi pertama untuk memperkirakan hubungan antara tidur siang dan frekuensi tidur siang selama kehamilan dihubungkan dengan berat badan bayi saat lahir," kata penulis studi, dilansir dari Essential Baby, Sabtu (16/6).

Menurut Australian Institute of Health and Welfare, sekitar enam persen bayi yang lahir di Australia memiliki berat badan rendah. Berat lahir rendah dikaitkan dengan cacat neurologis jangka panjang, masalah dengan perkembangan bahasa, gangguan prestasi akademik, dan peningkatan risiko penyakit kronis, termasuk kardiovaskular dan diabetes.

Sementara itu penelitian lainnya merekomendasikan agar calon ibu memulai gaya hidup sehat sebelumm program hamil. Hal ini dapat membantu menurunkan risiko gangguan kehamilan dan kesulitan saat melahirkan.

"Pola makan sehat, aktif olahraga, dan berhenti merokok beberapa bulan sebelum hamil terbukti membuat kehamilan lebih sehat," kata peneliti Profesor Gita Mishra dari University of Queensland School of Public Health.

Studi yang dilakukan Mishra mengatakan, indeks massa tubuh ideal juga sangat membantu. Hal itu menurunkan risiko stillbirth (janin mati) dan kemungkinan preeklamsia atau komplikasi kehamilan berupa tekanan darah tinggi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA