Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Waspadai Ubur-Ubur di Pantai Gunung Kidul

Senin 04 Jun 2018 09:38 WIB

Red: Indira Rezkisari

Pantai Indrayanti, salah satu dari berbagai pantai di Gunung Kidul, Yogyakarta,

Pantai Indrayanti, salah satu dari berbagai pantai di Gunung Kidul, Yogyakarta,

Foto: ANTARA/Noveradika
Australia yang masuk musim dingin membuat ubur-ubur berenang ke Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Berminat menghabiskan libur Lebaran ke salah satu pantai di Gunung Kidul, Yogya? Kalau iya, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul meminta turis untuk mewaspai munculnya ubur-ubur.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Hary Sukmono di Gunung Kidul, Senin (4/6), mengatakan, pihaknya memprediksi wisatawan yang berlibur pada libur Lebaran 2018 akan melonjak. Di sisi lain Benua Australia sudah mulai musim dingin sehingga akan banyak ubur-ubur yang masuk ke Indonesia, termasuk pantai selatan di Gunung Kidul.

"Untuk itu, kami mengimbau wisatawan agar lebih berhati-hati. Jangan asal memegang hewan yang ada di laut," imbaunya.

Ia juga mengimbau wisatawan untuk tidak takut berkunjung ke pantai selatan. Wisatawan namun harus mematuhi larangan dan imbauan petugas di lapangan.

"Kami minta wisatawan menaati peraturan dan berhati-hati. Jika ada hewan asing jangan menyentuhnya," katanya.

Sementara itu, Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Gunung Kidul Surisdiyanto mengatakan saat ini di sejumlah pantai sudah mulai muncul ubur-ubur, meski belum banyak. Di sepajang pantai di Gunung Kidul berpotensi ada ubur-ubur, hanya satu pantai yakni Pantai Baron yang tidak ada ubur-uburnya karena ada air tawar di sekitar pantai.

Dia mengatakan untuk mengantisipasi wisatawan tersengat, pihaknya bersama masyarakat menyapu pantai. Lalu, mengubur hewan ini agar tak tersentuh wisatawan.

"Warna ubur-ubur itu biru dan menarik, biasanya wisatawan akan menyentuh terutama anak-anak. Kalau tersengat dan tidak kuat, bisa pingsan," ujarnya.

Surisdiyanto mengatakan biasanya tim SAR menyiapkan amoniak dan air hangat untuk membasuh luka bila ada wisatawan yang tersengat ubur-ubur. Harapannya bisa mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan. "Kami berharap wisatawan bisa mematuhi imbauan kami agar tak terjadi hal tidak diinginkan," katanya.

Dia mengatakan, banyaknya ubur-ubur pada akhir bulan Juni-Agustus. "Wisatawan agar taat kepada peraturan jika ada ubur-ubur jangan dipegang, kami selaku tim SAR selalu siap," katanya.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA