Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

5 Kesalahan Perawatan Wajah yang tak Disadari

Rabu 18 Apr 2018 08:07 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari

Perawatan kulit berguna untuk memperbaiki kulit yang berubah akibat bertambahnya usia.

Perawatan kulit berguna untuk memperbaiki kulit yang berubah akibat bertambahnya usia.

Foto: EPA
Kesalahan dalam merawat kulit membuat hasil perawatan tidak maksimal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rutinitas perawatan kulit memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan dan kecantikan kulit secara jangka panjang. Sayangnya, tak semua orang melakukan rutinitas perawatan kulit dengan benar.

Kesalahan dalam melakukan rutinitas perawatan kulit dapat membuat hasil perawatan menjadi kurang maksimal. Ahli dermatologi dari Harley Medical Group Dr Justine Hextall mengatakan setidaknya ada lima kesalahan rutinitas perawatan kulit yang jarang disadari masyarakat. Berikut ini adalah kelima kesalahan rutinitas perawatan kulit tersebut seperti dilansir Netdoctor.

Rutinitas Perawatan Kulit Terlalu Rumit
Hextall mengatakan sekitar 50 persen dari pasien yang ia temui menjalani perawatan kulit dengan kebiasaan yang terlalu rumit. Saking rumitnya, rutinitas perawatan kulit tersebut justru merusak pelindung kulit (skin barrier) dan membuat pH alami kulit menjadi tak seimbang.

"Penawaran perawatan kulit saat ini lebih banyak dibandingkan yang pernah ada sebelumnya," ungkap Hextall.

Di saat yang sama, Hextall mengatakan masyarakat juga cenderung lebih suka mencoba-coba perawatan kulit dibandingkan dulu. Hal ini semakin menjadi tren dengan mudahnya akses terhadap akun-akun media sosial yang mengulas masukan seputar perawatan kulit dan kecantikan.

Hextall menilai masyarakat perlu lebih waspada ketika memilih produk perawatan kulit dan menjauhi kecenderungan coba-coba. Alasannya, Hextall menemukan cukup banyak masalah kulit pada pasien berusia 20-an hingga 30-an tahun yang diakibatkan dari berganti-ganti produk dan kebiasaan perawatan kulit.

Hextall mengatakan lebih baik memilih produk yang memang cocok dengan kulit dan tidak berganti produk perawatan kulit sebelum satu minggu. Ia mengatakan hasil perawatan biasanya membutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk menunjukkan hasil. Karena itu, diperlukan komitmen dari pengguna agar tetap rutin menjalani perawatan kulit yang dirasa cocok hingga menunjukkan hasil yang bak.

"Perlu diingat bahwa penggunaan terus-menerus diperlukan untuk menjaga hasilnya," jelas Hextall.

Tidak Menyesuaikan Usia
Kulit akan berubah seiring dengan bertambahnya usia, begitu pula dengan kebiasaan perawatan yang dibutuhkan kulit. Kebiasaan perawatan kulit yang biasa digunakan oleh seseorang ketika masih berusia 20-an tahun tak akan bekerja dengan baik ketika digunakan saat ia berusia 40 tahun.

Hextall mengatakan perubahan kulit biasanya mulai bisa terlihat ketika seseorang memasuki usia 30-an tahun. Beberapa perubahan yang bisa diamati adalah kulit terlihat kurang terhidrasi dan kerutan yang semula terlihat halus mulai terlihat lebih nyata. Beberapa tanda lainnya adalah kulit mulai kendur, muncul bintik penuaan dan urat vena mulai terlihat.

"Di usia 40-an, saya meyakini kulit kita mulai merefleksikan hasil dari gaya hidup dan perwatan kulit kita sebelumnya," tambah Hextall.

Oleh karena itu, kebiasaan perawatan kulit perlu disesuaikan dengan usia agar manfaat yang didapatkan dari perawatan kulit sesuai dengan kebutuhan. Hextall mengatakan penggunaan serum antioksidan dan penerapan pola makan kaya akan antioksidan perlu dilakukan ketika tanda-tanda perubahan penuaan mulai muncul. Penggunaan tabir surya juga cukup penting dilakukan.

Gaya Hidup Tak Sehat
Rutinitas dalam perawatan kulit memang penting untuk menunjang kesehatan dan kecantikan kulit, namun itu bukan satu-satunya. Gaya hidup juga memegang peranan penting dalam menentukan kesehatan dan kecantikan kulit. Beberapa gaya hidup yang perlu ditinggalkan karena dapat merusak kulit adalah paparan sinar UV, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, paparan polusi di perkotaan, stres kronis hingga kurang tidur.

Sebagai contoh, kebiasaan merokok dapat menyebabkan dehidrasi pada kulit. Penggunaan pelembap tidak akan dapat memperbaiki dehidrasi pada kulit yang disebabkan kebiasaan merokok.

"Jika Anda ingin kulit yang baik, Anda harus memperhatikan faktor-faktor gaya hidup ini juga," ungkap Hextall.

Tidak Menjadikan Facial Rutinitas
Perawatan kulit dapat memberi manfaat yang baik dalam menjaga agar kulit awet muda dan bersinar. Facial biasa untuk membuang sel kulit mati dan menghidrasi kulit cukup baik dilakukan. Namun, kunci terpenting adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk menentukan jenis perawatan kulit yang baik dan tepat.

"Termasuk bertanya soal rutinitas perawatan kulit terbaik untuk kulit Anda," jelas Hextall.

Mengabaikan Keamanan
Penggunaan botox atau filler dapat membuat kulit tampak lebih kencang dan memperlambat efek penuaan. Namun, Hextall menekankan pentingkan konsultasi dengan ahli sebelum menjalani terapi kecantikan. Augmentasi bibir misalnya, dapat membuat tampilan wajah menjadi tidak seimbang jika tak dilakukan oleh praktisi medis bersertifikat.

"Keamanan adalah kuncinya di sini, dan saya selalu mengatakan lebih sedikit lebih baik," tukas Hextall.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA