Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

WHO 2017 Laporkan Penderita TBC di Indonesia 1 Juta

Kamis 22 Mar 2018 05:36 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Winda Destiana Putri

Ilustrasi Tuberkulosis.

Ilustrasi Tuberkulosis.

Foto: Reuters
Penderita TBC di Indonesia pada 2017 menurut estimasi WHO yaitu sekitar 1.020.000.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan penderita penyakit Tuberkulosis ( tbc ) di Indonesia mencapai 1.020.000. Namun, yang dilaporkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sekitar 450 ribu kasus. Kepala Sub Direktorat Tuberkulosis Kemenkes Asik Surya mengatakan, penderita TBC di Indonesia pada 2017 menurut estimasi WHO yaitu sekitar 1.020.000.

"Tetapi yang terlaporkan dari sisi program sekitar 450 ribu penderita, jadi sisanya masih tidak terlaporkan," ujarnya saat dihubungi Republika, Rabu (21/3).

Padahal ia mengklaim, Kemenkes sudah memberikan pelayanan kepada sekitar 730.000 orang penderita atau sekitar 70 persennya. Kemenkes, kata dia, terus berupaya mengeliminasi TBC pada 2035 bisa diwujudkan. Karena itu, Asik menyebut pemerintah terus berupaya meningkatkan penemuan kasus ini sebanyak-banyaknya agar langsung mengurangi sumber penularan.

"Karena sumber penularan terjadi pada pasien TBC, jadi selama masih banyak pasien TBC yang belum tertangani maka dia masih akan menularkan terus kepada masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, kasus ini masih terjadi karena gaya hidup masyarakat yang masih meludah sembarangan, padatnya penduduk, hidup di daerah kumuh, kurangnya ventilasi hingga terlambat berobat.

"Itu akan memudahkan penularan TBC yang melalui udara. Sehingga TBC banyak terjadi di perkotaan dibandingkan pedesaan,"ujarnya.

Namun, ia mengklaim pmerintah telah menyiapkan dari sisi sarana termasuk obat-obatan yang dijamin cukup. Kemenkes, kata dia, juga sudah bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk pembiayaan obat-obatan TBC. Jadi, kata dia, masyarakat yang positif menderita TBC tidak perlu memikirkan biaya pengobatan karena semua ditanggung pemerintah.

Selain itu, pihaknya juga berusaha penguatan layanan kesehatan seperti pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Sementara itu terkait hari tbc sedunia, Asik menerangkan peringatan TBC sedunia menerangkan, puncak peringatan TBC pada Sabtu (24/3) besok akan dipusatkan di Monumen Nasional, Jakarta Pusat (Jakpus).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA