Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Penderita Gangguan Katup Jantung Harus Hindari Infeksi

Jumat 09 Mar 2018 20:05 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Jantung. Ilustrasi

Jantung. Ilustrasi

Salah satunya infeksi gigi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penderita gangguan katup jantung mulai dari kebocoran katup hingga tidak bisa terbuka dengan baik harus menghindari terjadinya infeksi. Infeksi bisa memicu kerusakan katup bertambah buruk.

"Semua pasien yang punya penyakit katup itu tidak boleh ada infeksi apapun," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita dr Dicky Armein Hanafy, SpJP (K), FIHA, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (8/3).

Dokter Dicky mengutamakan pada kebersihan gigi agar tidak terjadi infeksi yang bisa memperburuk kerusakan katup jantung. "Terutama yang mesti ditekankan giginya harus bagus, bersih. Karena infeksi gigi bisa merusak katup yang tidak baik, itu paling penting," tegas dia.

Dicky menjelaskan setiap terjadi infeksi apapun dan di bagian tubuh manapun bisa membuat kuman-kuman masuk ke dalam darah dan merusak katup lebih berat. Ia menekankan pada kebersihan gigi karena kondisi kesehatan gigi yang dinilai paling sering diabaikan oleh masyarakat.

Kasus gangguan katup jantung paling tinggi di Indonesia dikarenakan penyakit jantung rematik, dan sebagian kecil karena faktor degeneratif atau penuaan. Sementara di luar negeri kasus paling banyak gangguan katup jantung disebabkan oleh penurunan fungsi jantung karena penuaan.

Penyakit jantung rematik sendiri diakibatkan dari infeksi radang tenggorokan biasa yang kemudian menjalar hingga menyebabkan kerusakan pada daerah jantung.

Faktor risiko paling tinggi untuk penyakit jantung rematik antara lain tidak menjaga kebersihan dengan baik, daya tahan tubuh rendah, gizi yang tidak terpenuhi, dan pengobatan yang dilakukan tidak tuntas saat sakit.

Dicky menerangkan apabila penderita gangguan katup jantung tetap tidak bisa menghindari infeksi, misalnya demam, sebaiknya harus berobat secara tuntas. "Kadang-kadang kita tidak bisa menghindari infeksi, kalau demam harus berobat tuntas jangan cuma ditahan aja," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA