Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Penundaan Pengobatan Medis Jadi Kendala Penanganan Kanker

Ahad 18 Feb 2018 22:16 WIB

Red: Israr Itah

Penderita kanker hati (ilustrasi)

Penderita kanker hati (ilustrasi)

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Pasien kanker mengalami peningkatan stadium dan membuat penyembuhan makin sulit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penundaan pengobatan medis oleh pasien masih menjadi kendala dalam penanganan kasus kanker. Ini menyebabkan pasien penderita kanker mengalami peningkatan stadium dan membuat penyembuhan makin sulit.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais Abdul Kadir mengatakan, masyarakat yang divonis menderita kanker lebih memilih pengobatan alternatif ketimbang medis. Langkah ini disebutnya memperburuk kondisi penyakit.

"Yang sering terjadi di masyarakat kita, pasien kanker memilih berobat ke dukun dulu. Seharusnya jangan ke dukun, tabib, tradisional dan lain-lain, karena akan sebabkan keterlambatan dan terjadi peningkatan stadium," kata Kadir dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (18/2).

Dia menerangkan beberapa pasien yang divonis kanker dan mengetahui kondisi penyakitnya adalah kanker lebih memilih pengobatan alternatif. Namun pada akhirnya mereka kembali ke pengobatan medis.

Namun ada juga beberapa masyarakat yang berobat ke alternatif karena tidak mengetahui penyakitnya adalah kanker. Menurut dia, ini disebabkan minimnya pengetahuan tentang kanker.

Menurut Kadir, alasan masyarakat menghindari pengobatan medis dikarenakan besarnya biaya untuk penyakit kanker. Padahal, kata dia, jika pasien kanker datang lebih awal pada stadium satu atau dua memiliki kemungkinan untuk sembuh.

Sementara jika pasien datang pada stadium lanjut, yaitu stadium empat atau lima, penyakit sulit untuk disembuhkan. Biaya pengobatan pun menjadi lebih besar serta kemungkinan bertahan hidup menjadi kecil.

Kadir menyatakan 70 persen pasien kanker di RS Kanker Dharmais datang berobat sudah terlambat saat penyakit sudah pada stadium lanjut. Ia berharap kondisi ini berubah pada masa depan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA