Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Ulun Danu Beratan Siapkan Pementasan Tari Kecak dan Yoga

Kamis 04 Jan 2018 17:56 WIB

Red: Hazliansyah

Danau Beratan di Bedugul, Kabupaten Tabanan Bali

Danau Beratan di Bedugul, Kabupaten Tabanan Bali

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, TABANAN -- Pengelola daerah tujuan wisata (DTW) ulun danu beratan , Bedugul Kabupaten Tabanan, Bali akan menampilkan pementasan kecak, salah satu tarian Bali yang kini telah mendunia serta kegiatan yoga untuk menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke objek wisata pegunungan tersebut.

"Atraksi seni dan budaya itu akan dipentaskan dalam tahun 2018, dengan harapan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri," kata Manager DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, Kamis.

Ia mengatakan, pementasan tari kecak yang diciptakan oleh seorang seniman Bali I Wayan Limbak bersama Walter Spies, warga negara asal Jerman yang datang ke Bali sekitar tahun 1930 itu, sebagai upaya mengantisipasi lesunya sektor pariwisata pascadampak erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem.

Kunjungan wisatawan ke objek wisata tersebut pascaliburan tahun baru 2018 sekitar 14.000 orang, sejak tanggal 1 hingga 3 Januari 2018. Kunjungan pelancong tersebut tercatat pada 1 Januari 2018 sebanyak 6.000 orang, tanggal 2 Januari 5.000 orang dan tanggal 3 Januari 2018 3.000 orang.

Untuk itu, dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke DTW, selain mengandalkan keindahan panorama alam Danau Beratan juga lebih menggencarkan promosi, salah satu di antaranya kesenian kecak.

Pementasan tarian kecak melibatkan sekitar 100 pemuda dan 15 wanita dari desa sekitarnya yang kini sedang mengikuti latihan secara intensif di kawasan wisata Ubud, Kabupaten Gianyar.

Kesenian kecak akan dipentaskan secara berkesinambungan dua kali dalam seminggu yakni Sabtu dan Ahad dengan harapan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke objek wisata andalan di Kabupaten Tabanan itu.

"Sedangkan kegiatan yoga akan dilaksanakan di wantilan, namun masih melakukan konsultasi, termasuk mengenai pakaian yang cocok di daerah berhawa dingin," ujar I Wayan Mustika.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA