Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Kesibukan dan Gawai Ayah Buat Anak Jadi 'Yatim'

Ahad 19 Nov 2017 04:55 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Winda Destiana Putri

Ayah asyik bermain gawai. Ilustrasi

Ayah asyik bermain gawai. Ilustrasi

Foto: Pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Konsorsium Gerakan Ayah Hebat Indonesia Sudibyo Alimoeso mengatakan, gadget (gawai) yang terus digunakan para ayah dan kesibukannya meski saat di rumah membuat anak-anak menjadi 'yatim'. Sudibyo menjelaskan, anak-anak ini merasa tidak punya ayah karena ayahnya sibuk terus.

"Sampai di rumah ternyata masih bermain gawai. Anak-anak ini jadi 'yatim' sebelum waktunya," katanya di konferensi pers seminar Gerakan Ayah Hebat Indonesia 2017, di Jakarta, Sabtu (18/11).

Sama halnya ketika menemani sang anak atau bersama dengan istrinya, kepala keluarga ini terus main gawai. Padahal, kata dia, fokus kehadiran adalah bentuk kasih sayang.

Untuk itu, kata dia, perlu diberikan peraturan mengenai penggunaan gawai saat di rumah. Ia menyontohkan saat sedang makan, ayah memberi contoh tidak boleh bermain gawai.

Kemudian saat bermain dengan anak, ia juga jangan mengoperasikan gawai itu. Ia menegaskan ini penting dilakukan karena ayah memiliki peran bisa menstimulus motorik kasar anak. Sementara sang ibunda memiliki kontribusi motorik halus anak.

"Jadi ini seimbang lah, komplit," ujarnya.

Ia menambahkan sebenarnya harus ada prinsip makanan bergizi, bermain, dan kasih sayang (eat, play, and love) dalam keluarga. Meski ini tiga hal sederhana, kata dia, tapi kini tengah hilang dari sosok ayah.Kini, pihaknya terus menyuarakan eat, play, and love. Ia memintakomitmen ayah untuk memberikan waktu bermain, gizi, dan kasih sayang.

"Kalau memberikan kasih sayang, kekerasan salam rumah tangga (KDRT) tidak terjadi," katanya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA