Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

10 Cara Bandara Memanipulasi Pengunjung (2-Habis)

Sabtu 11 Nov 2017 06:33 WIB

Rep: MUTIA RAMADHANI/ Red: Winda Destiana Putri

Bandara Soekarno Hatta

Bandara Soekarno Hatta

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama bertahun-tahun, bandara muncul sebagai pusat transportasi utama wisatawan. Bandara dirancang untuk memengaruhi perilaku manusia, mulai dari arsitek, pencahayaan, pusat perbelanjaan, hingga aneka toko suvenir strategis.

Pemandangan umum di bandara adalah pengunjung yang bertanya tentang lokasi atau arah tertentu jarang ditemukan. Mereka cenderung mengeksplorasi sendiri bandara mulai dari gerbang hingga ke dalamnya. Ini sesungguhnya bagian dari trik bandara memanipulasi pengunjung, dilansir dari Mental Floss.

Toko ditempatkan strategis

Beberapa bandara memaksa penumpang berjalan melalui Duty Free untuk sampai ke ruang tunggu. Semakin banyak belokan, semakin bagus. Laporan dari Konsultan Intervistas menunjukkan 60 persen pengunjung akan terpapar penempatan toko-toko yang strategis ini, sehingga membuat mereka berbelanja.

Barang-barang lokal

Toko-toko bandara dipenuhi suvenir dan barang-barang lokal yang tentunya membuat wisatawan ingin berbelanja. Kaos bertuliskan nama kota yang dikunjungi, seperti kaos bertuliskan ''Sleapless in Seattles'' paling laris di Seattle-Tacoma International Airport.

Di Bandara Sky Harbor Phoenix, pembeli umumnya tergoda membeli tanaman kaktus dalam pot merek lokal. Fakta ini berlaku umum di seluruh bandara di dunia.

Jalan setapak umumnya belok kiri

Mayoritas manusia itu kidal. Ini memengaruhi desain bandara, sehingga banyak akses pejalan kaki biasanya akan belok kiri.

Antrian tunggal membuat nyaman

Orang-orang yang melakukan check ini biasanya berdiri satu-satu. Ini membuat pengunjung nyaman karena merasa lebih aman. Tidak ada yang khawatir akan disalip orang lain sebab tak ada jalur lain.

Petugas komunikatif

Profesor Psikologi di University of San Francisco California Medical School, Paul Ekman mengatakan manusia butuh berkomunikasi, sehingga petugas-petugas bandara diwajibkan komunikatif dan melayani setiap pertanyaan dan permintaan pengunjung. Pertanyaan terbuka atau lebih dikenal dengan Controlled Cognitive Engagement Method (CCE) 20 kali lebih untuk melayani penumpang.

sumber : Center
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA