Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

10 Cara Bandara Memanipulasi Pengunjung (1)

Sabtu 11 Nov 2017 04:22 WIB

Rep: MUTIA RAMADHANI/ Red: Winda Destiana Putri

Bandara Kuala Lumpur, Malaysia. (ilustrasi)

Bandara Kuala Lumpur, Malaysia. (ilustrasi)

Foto: Republika/Musiron

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama bertahun-tahun, bandara muncul sebagai pusat transportasi utama wisatawan. Bandara dirancang untuk memengaruhi perilaku manusia, mulai dari arsitek, pencahayaan, pusat perbelanjaan, hingga aneka toko suvenir strategis.

Pemandangan umum di bandara adalah pengunjung yang bertanya tentang lokasi atau arah tertentu jarang ditemukan. Mereka cenderung mengeksplorasi sendiri bandara mulai dari gerbang hingga ke dalamnya. Ini sesungguhnya bagian dari trik bandara memanipulasi pengunjung, dilansir dari Mental Floss.

Meningkatkan suasana hati

Bandara di negara-negara maju memasang jendela sebanyak mungkin, bahkan di toko-toko di dalamnya. Ada kecenderungan toko-toko itu juga menghadap ke jalur utama pejalan kaki.

Penumpang cenderung bersentuhan langsung dengan cahaya matahari sebab kaca-kaca yang dipasang adalah kaca transparan. Dosen Manajemen Penerbangan di Buckinghamshire New University, Julian Lukaszewicz mengatakan penumpang cenderung malas untuk masuk ke area gelap, sehingga berusaha menghindarinya.

Seni

Patung-patung dan ornamen seni di dalam bandara bukan hanya bertujuan mempercantik, melainkan juga membantu pengunjung bernavigasi sendiri. Di Bandara Internasional Vancouver misalnya, ada patung setinggi 16 kaki nan spektakuler di tengah bandara. Pengunjung mengetahui patung tersebut berfungsi sebagai titik orientasi di mana orang-orang ingin menghabiskan waktu dan berkumpul di sana. Sebanyak 56 persen pengunjung yang dimintai pendapat mengatakan mereka seperti berada di era 2025 saat berdiri di sekitar patung itu.

Menggunakan karpet

Di banyak bandara, jalan utama diaspal linoleum atau permukaannya keras. Tapi, Anda akan melihat area tunggunya lebih banyak dikarpet. Ini adalah usaha untuk membuat pengunjung lebih santai dengan memberi mereka perasaan lembut juga nyaman. 

Sebanyak tujuh persen pengunjung menghabiskan lebih banyak waktu di area berkarpet ini. Ada juga bandara yang didalamnya menyediakan ruang yoga, spa, bahkan terapi khusus sehingga membuat pengunjung bisa menghemat waktu sekaligus mendapatkan pengalaman ekstra di bandara.

Jam atau penunjukan waktu di mana-mana

Banyak pengunjung ingin menghabiskan waktu luang di bandara. Ini juga yang membuat bandara memajang jam atau penunjuk waktu di banyak sudut di dalamnya. Ini adalah strategi membuat pengunjung tak perlu waswas takut ketinggalan pesawat karena menebak pukul berapa sekarang.

Membuat pengunjung berlama-lama di bandara

Check in otomatis dan check in online salah satu tujuannya adalah membuat pengunjung bisa tinggal lebih lama di bandara. Mereka bisa berbelanja, makan, atau minum lebih lama ketimbang berjejer mengantre menunggu dipanggil petugas.

Banyak bandara, terutama di Jepang dan Selandia baru memberlakukan check in otomatis di mana penumpang melakukan sendiri. Anda mencetak sendiri lembar bagasi, hingga melakukan autosecurity. Pemberlakukan check in otomatis ini membua 30 persen penumpang mengalihkan waktunya untuk berbelanja ke pusat ritel yang ada di dalam bandara, bahkan menghabiskan sekitar 15 ribu dolar AS.

sumber : Center
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA