Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Mengapa Tidur Saat Duduk Itu Sulit?

Kamis 09 Nov 2017 09:01 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Pria mencoba tertidur saat duduk di atas kendaraan.

Pria mencoba tertidur saat duduk di atas kendaraan.

Foto: Pexels

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak dari Anda bepergian ke luar kota menggunakan pesawat, kereta api, bus, atau mobil sambil duduk. Jauh lebih sulit tidur saat posisi tubuh tegak ketimbang tidur saat posisi tubuh berbaring.

Saat kepala menyentuh bantal dalam posisi berbaring, gerakan mata dan otot tubuh otomatis lumpuh. Itu biasanya terjadi 70-90 menit setelah Anda tertidur, saat Anda memasuki fase rapid eye movement (REM). Otak mengirim sinyal ke sumsum tulang belakang untuk rileks dan tertidur lelap.

Paralisis parsial dan hilangnya tonus otot membuat postur tegak dengan punggung dan leher lurus membuat semuanya lebih sulit bekerja. CEO American Sleep Association, Neil Kline mengatakan tak  jarang teman yang tidur di samping Anda akan jatuh ke bahu Anda. Ini karena tubuh berusaha menemukan posisi rileks yang seharusnya.

"Terlepas dari kesulitan ini, beberapa biksu Buddha bisa tidur nyenyak dalam posisi duduk sebagai bagian dari latihan meditasi hingga lima jam per malam," kata Kline, dilansir dari Mental Floss, Kamis (9/11),

Mereka berlatih tidur dalam posisi tubuh tegak lurus dan kokoh. Anda juga bisa mencobanya menggunakan kursi khusus. Ini bisa membuat Anda bisa tidur nyenyak seperti tidur berjam-jam, meski faktanya Anda hanya tertidur satu jam saja.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA