Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Jangan Tunda Investasi Jika tak Mau Miskin

Selasa 31 Oct 2017 01:14 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Indira Rezkisari

Dana pensiun

Dana pensiun

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernahkah Anda membayangkan bagaimana kehidupan Anda di masa depan ? Apakah akah hidup sejahtera, atau malah merana? Tentunya pilihan kedua sama sekali tidak diharapkan untuk terjadi.

Dengan alasan itu pula, sedari muda disarankan sudah mulai berbondong-bondong untuk menyiapkan hari tuanya dengan berinvestasi. Presiden Direktur PT BNP Paribas, Vivian Secakusuma, mengatakan saat ini pilihan investasi sudah beragam, apalagi sekarang ini masyarakat dimudahkan mendapatkan informasi pengetahuan dasar seputar instrumen investasi. Jadi tidak ada alasan untuk seseorang memulai untuk berinvestasi apapun.

"Investasi itu penting kenapa? Karena ada konsep inflasi. Jika kita tidak bisa mengembangkan aset atau pendapatan kita melebihi dari inflasi maka kita akan miskin, dan itu kenyataan," ujarnya, saat acara 'Mitos atau Fakta? Investasi itu Enggak Ribet, Murah dan Aman' di Restoran Bebek Bengil, Jakarta.

Karena apa yang bisa dibeli hari ini belum tentu tahun depan bisa beli dengan harga yang sama. Itulah konsep inflasi, ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa hal seseorang masih enggan berinvestsi seperti keterbatasan waktu, ketakutan, investasi masih dianggap mahal dan memusingkan caranya. Padahal, kendala-kendala tersebut dapat teratasi dengan bantuan manajer investasi.

Pastikan manajer investasi pilihan terdaftar di OJK. Ketahui pula sudah berapa di Indonesia, seperti apa timnya, dan seluk beluk lainnya. Tujuannya kata Vivian agar uang tidak sampai dibawa lari.

Untuk itu, ia menyarankan setiap seseorang memiliki uang lebih agar segera menginvestasikan kepada manajer investasi. "Uangnya harus bisa dikaryakan, jangan biarkan uang menganggur," tutup dia.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA