Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Hentikan 8 Kebiasaan Buruk Ini di Kamar Mandi

Selasa 17 Oct 2017 05:02 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Indira Rezkisari

Kamar mandi

Kamar mandi

Foto: pexels

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar mandi menjadi tempat di mana kuman dan bakteri bisa berkembang biak, sehingga dapat berpengaruh pada kesehatan para penggunanya. Bahkan, pengguaan Lysol pun belum efektif untuk melindungi Anda.

Ruangan loker di tempat gym dan toilet umum pun dapat menimbulkan ancaman. Lauren Ploch, MD, seorang ahli kulit di Augusta, GA, mengungkapkan, akan lebih baik menggunakan alas kaki saat berada di ruangan loker, karena bisa saja terkena infeksi.

Untuk itu, akan lebih baik juga menjaga kebersihan pada kamar mandi di rumah. Sebab, beberapa kebiasaan buruk mungkin saja telah dilakukan, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dan dihindarkan saat berada di kamar mandi, dilansir dari laman Shape.

Area yang sering diabaikan
Penggunaan sabun dan air akan membersihkan kulit, mencegah jerawat dan infeksi bakteri, tapi ini hanya terjadi jika Anda melakukan dengan benar di tempat yang seharusnya. Area yang sering terabaikan adalah punggung.

Ada bagian belakang yang mungkin sulit dijangkau, seperti di pusat, membuat risiko terkena jerawat, ruam, dan infeksi kulit lainnya, sebut Dr Ploch. Ia telah melihat dermatosis neglecta, kondisi kulit yang disebabkan oleh penumpukan keringat, kotoran, dan minyak yang bisa menghasilkan kutil seperti plak, dan perubahan warna pada kulit.

Hal ini dapat terjadi pada orang sehat dan bersih yang melewatkan area yang sulit dijangkau saat di kamar mandi. Untuk sampai ke daerah yang sulit dijangkau ini, ambil kain lap untuk dapat membersihkannya.

Tidak meletakkan krim atau tabir surya di kamar mandi
Kamar mandi beruap bukan hanya hotspot untuk pertumbuhan bakteri, namun produk yang tertinggal juga rentan terhadap unsur kelembaban. Dr Ploch mengatakan, kamar mandi bukanlah iklim ideal untuk krim wajah atau tabir surya yang harganya cukup mahal.

"Banyak produk terdegradasi lebih cepat di lingkungan yang panas dan lembab," katanya. Sehingga membuatnya produk tersebut kurang efektif. Degradasi tabir surya berarti Anda bisa mengoleskan SPF 50 terbaik sekalipun, namun menjadi tidak efektif lalu membuat Anda terkena sinar matahari yang berbahaya, luka bakar, dan kerusakan kulit.

Kesalahan saat menyeka
Usai buang air kecil maupun besar, sebaiknya Anda menyeka dengan benar bagian tubuh, sehingga menghindarkan diri dari penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK). "Menyeka kembali ke depan secara teoritis dapat menyebarkan bakteri dari daerah anus ke daerah vagina, yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih," kata Dr Ploch. Kebiasaan buruk ini juga bisa menyebabkan vulvovaginitis, infeksi vulva dan vagina, infeksi jamur, dan gatal, ruam merah.

Meletakkan sikat gigi di kamar mandi
Orang-orang pada umumnya meletakkan sikat gigi mereka di dalam sebuah cangkir di dekat wastafel. Namun tahukah Anda, saat menyiram toilet dengan tutup yang terbuka, semprotan air yang sangat halus, dan apa pun yang berada di sana, dapat dikirimkan melalui udara, dan tentunya bisa mendarat pada sikat gigi.

Ini bisa mentransfer E coli, dan bakteri penyebab infeksi lainnya ke sesuatu yang seharusnya digunakan untuk membersihkan mulut Anda, kata Mark Burhenne, DDS., seorang dokter gigi di Sunnyvale, California.

Membawa telepon ke dalam kamar mandi
Akan lebih baik meninggalkan Facebook Anda selama lima menit, dan jauhkan ponsel di luar kamar mandi. Anda akan terkejut dengan berapa banyak kuman yang merangkak di wastafel kamar mandi, kata Charles Gerba, PhD, profesor ilmu mikrobiologi dan lingkungan di University of Arizona.

Anda bisa menemukan banyak bakteri berbeda, seperti jamur dan ragi, di toilet, wastafel, dan lantai, kata Gerba. Jadi saat pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, dan meletakkan telepon di atas meja, itu merupakan tempat yang tepat di mana kuman tersebut berada.

Banyak yang tertinggal di sikat rambut
Bulu sikat rambut bisa dilapisi residu, sel kulit mati, dan minyak dari kulit kepala Anda. Sehingga, membuat sikat menjadi tempat berkembang biak bagi ragi dan bakteri, kata Sonia Batra, MD, dermatolog yang berbasis di Los Angeles dan ahli The Doctor.

"Untuk membersihkan sikat Anda, gunakan sisir halus untuk mengeluarkan semua rambut yang sudah terpasang, lalu rendam dalam sabun dan air selama beberapa menit sebelum mengering," katanya.

Memecahkan jerawat
"Memecah jerawat merusak kulit, menciptakan pintu bagi bakteri, yang bisa memperpanjang masa hidup jerawat," kata Dr Batra. Tekanan bisa mendorong minyak dan kotoran lebih dalam ke dalam kulit, yang memicu peradangan yang mengarah ke daerah yang merah dan sakit. Terlebih lagi, "Memecahkan jerawat terkadang bisa membuat bekas luka di tempatnya yang sulit dihilangkan," katanya.

"Jika Anda benar-benar harus memecahkannya, pastikan jerawat itu memiliki kepala putih di atasnya," ungkap Dr Batra. Ini berarti nanah di dalam cenderung dekat dengan permukaan, dan akan terlepas tanpa banyak tekanan.

Mencuci kuas make-up
Sebaiknya cuci kuas make-up lebih sering, namun biasanya banyak yang mengabaikannya. Dr Batra mengatakan, kuas rias bisa jadi magnet bagi bakteri. "Bakteri ini bisa ditransfer bolak-balik antara wajah dan produk yang Anda gunakan, menciptakan lingkaran setan yang menyebabkan iritasi, pori-pori tersumbat, bercak-bercak, dan terkadang infeksi," kata dia,

Terlebih lagi, berbagi sikat rias dengan teman, ini bisa mengenalkan bakteri ke wajah Anda dan sebaliknya, hanya memperburuk siklus kulit dan kuman. Dan jangan pernah berpikir untuk menggunaka maskara atau eyeliner orang lain, jika tidak ingin terkena infeksi mata merah atau infeksi bakteri.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA