Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Menkes Ingatkan Nyamuk Bisa Membahayakan

Rabu 02 Aug 2017 20:24 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

 Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk Aedes aegypti

Foto: Reuters/ Paulo Whitaker

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek mengingatkan nyamuk merupakan binatang kecil namun memiliki potensi untuk menyebarkan penyakit. Salah satunya nyamuk Aedes aegypti yang menularkan virus Dengue penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Nyamuk itu kecil, mengisap darah juga hanya sedikit, tapi saat mengisap itulah virus masuk ke dalam tubuh dan bisa membuat kita menjadi demam," katanya, dalam sambutannya pada kegiatan peringatan Asean Dengue Day ke-7 tahun 2017 di SDN Baru 07 Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (2/8) seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id.

Selain itu, nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di air yang jernih dan tergenang. Nila mengingatkan supaya jangan sampai ada air yang tergenang di lingkungan tempat tinggal warga. "Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kita, baik itu di lingkungan sekitar rumah maupun sekolah," katanya.

Nila menyebutkan DBD bisa dicegah, meski belum bisa sepenuhnya diberantas. Hingga saat ini, prioritas pemerintah dalam pencegahan DBD masih penguatan upaya pengendalian vektor melalui peran serta masyarakat.

Nila mengharapkan, tiap-tiap keluarga memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab menjaga lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, serta melindungi anggota keluarganya dari sumber-sumber penularan penyakit DBD. Diantaranya dengan cara melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yakni 3 M Plus secara rutin dan terus-menerus.

Program PSN 3M Plus yaitu pertama menguras yaitu membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain. Kedua, menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya. Terakhir, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Ditambah dengan bentuk kegiatan pencegahan lain, seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, menggunakan Lavitrap, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Di samping tatanan rumah tangga, dalam upaya menurunkan angka kesakitan DBD, PSN 3M Plus sebaiknya dilakukan juga di tatanan masyarakat lainnya seperti perkantoran, sekolah, tempat ibadah, tempat wisata, pelabuhan dan bandar udara serta tempat-tempat umum lainnya.

Namun, kata dia, keberhasilan pencegahan DBD sangat ditentukan oleh dukungan seluruh masyarakat. Karena itu, masyarakat diimbau untuk bersama-sama mensukseskan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik atau juru pemantau jentik. Gerakan ini merupakan strategi peningkatan pemberdayaan dan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian demam berdarah dan penyakit arbovirosis lainnya melalui metode pendekatan keluarga.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA