Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Demam Saat Hamil Tingkatkan Risiko Anak Lahir Autis

Sabtu 17 Jun 2017 10:01 WIB

Rep: RETNO WULANDHARI/ Red: Esthi Maharani

Hamil

Hamil

REPUBLIKA.CO.ID, Menurut penelitian yang ditulis dalam jurnal Molecular Psychiatry, terserang demam selama kehamilan terutama pada trimester kedua berpotensi meningkatkan risiko autism pada anak. Penelitian dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Kolombia.

Dalam jurnal, autisme dikaitkan dengan paparan janin terhadap berbagai macam infeksi. Para peneliti melihat keterkaitan antara suhu selama kehamilan, rendah atau tinggi, berperan dalam mendiagnosa kecenderungan anak di tahun-tahun kemudian.

Penelitian dilakukan terhadap 100.000 ibu dan anak yang lahir antara 1999 dan 2009 di Norwegia. Dari penelitian, ditemukan bahwa anak-anak yang ibunya terserang demam selama kehamilan memiliki 34 persen peningkatan risiko pengembangan autisme dibandingkan dengan ibu yang ibunya tidak terkena demam. Hasil ini telah disesuaikan dengan berbagai factor lain seperti usia ibu, status merokok serta kondisi kehamilan sebelumnya.

Sebagian besar peningkatan risiko tersebut tampaknya terjadi pada trimester kedua. Secara spesifik, anak-anak yang ibunya terserang demam pada kehamilan trimester kedua memiliki 40% peningkatan risiko autisme dibandingkan dengan yang tidak terserang demam.

Kendati demikian, Dr. Mady Horning, professor epidemologi di Pusat Imunitas dan Infeksi Universitas Kolombia mengatakan keseluruhan risiko autism karena ibu terserang demam ini masih sangat rendah. Bahkan di antara ibu yang terkena demam sebanyak tiga kali atau lebih setelah usia janin 12 minggu, hanya 5 dari 308 anak-anak atau sekitar 1 dari 62 yang menderita autisme.

Hornig belum tahu secara pasti mengapa demam seorang ibu bisa meningkatkan risiko autisme pada anaknya. Kesimpulan sementara Hornig hal itu terjadi karena pada usia kandungan trimester kedua, otak anak sedang berkembang, pada masa ini system kekebalan tunuh juga mengalami penurunan.

Karena penelitian ini belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat antara paparan demam pralahir dan perkembangan autisme, sebagai tindak lanjut, para peneliti kemudian menganalisis sampel darah ibu dan bayi untuk menentukan jenis infeksi apa yang dapat meningkatkan risiko autism.

Studi tersebut menemukan bahwa anak-anak yang ibunya mengonsumsi acetaminophen untuk menurunkan demam selama kehamilan memiliki risiko autisme yang sedikit lebih rendah daripada mereka yang mengalami demam namun tidak mengonsumsi apapun.

 

sumber : Center
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA