Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Terlihat Lebih Tua dari Teman Seumuran? Mungkin Ini Jawabannya

Selasa 14 Mar 2017 10:05 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Esthi Maharani

Tanda-tanda penuaan kulit

Tanda-tanda penuaan kulit

Foto: blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, Anda mungkin pernah bertanya-tanya mengapa sebagian teman seumuran Anda terlihat lebih muda atau lebih tua. Perbedaan penampilan ini ternyata tak hanya sekedar masalah persepsi. Ada penjelasan ilmiah di balik penampilan seseorang yang terlihat lebih muda tau lebih tua dari orang-orang seusia mereka.

Melalui jurnal yang dipublikasikan pada Proceedings of the National Academy of Sciences, peneliti dari Duke University School of Medicine Daniel Belsky dan tim mengungkapkan bahwa tiap orang memiliki kecepatan menua yang berbeda. Untuk mengetahui kecepatan proses penuaan tersebut, Belsky menggunakan 18 faktor yang berkaitan dengan penuaan sebagai alat pengukur. Beberapa faktor tersebut ialah tekanan darah, fungsi paru, kolesterol, massa indeks tubuh, inflamasi dan keutuhan DNA.

Dari 18 macam pengukuran tersebut, tim peneliti melakukan perhitungan umur biologis pada 954 peserta berusia 26-38. Peneliti kembali melakukan pengukuran 18 faktor dan perhitungan umur biologis tiap peserta beberapa tahun kemudian. Belsky dan tim lalu melakukan perbandingan terhadap kedua hasil perhitungan untuk mengetahui kecepatan menua tiap individu.

Sebagian peserta penelitian didapati memiliki umur biologis yang lebih tua dan mengalami proses penuaan yang lebih cepat dari orang seusianya. Di samping itu, peneliti juga mendapati bahwa sebagian peserta lain memiliki umur biologis yang lebih muda dan mengalami proses penuaan yang lebih lambat dibanding orang seusia mereka.

Setelah meneliti lebih lanjut, Belsky mengatakan 80 persen faktor yang mempengaruhi kecepatan proses penuaan pada tiap orang ialah genetik. Hal ini, lanjut Belsky, merupakan faktor yang berada di luar kendali manusia. Akan tetapi, beberapa faktor seperti penyakit kronis dan perubahan psikologis juga turut bermain dalam menentukan kecepatan laju penuaan seseorang.

"Temuan ini dapat membantu kita untuk mengetahui penyebab penuaan yang lebih cepat sehingga kita dapat memperlambatnya. Hal lainnya, temuan ini juga dapat membantu kita mengevaluasi terapi yang dapat memperlambat penuaan," ujar Belsky sepert dilansir Time.

Dari 18 faktor yang digunakan tim peneliti untuk mengukur proses penuaan, salah satu di antaranya mungkin berkaitan dengan pola makan dan gaya hidup sehat. Salah satunya ialah dengan mengonsumsi makanan rendah lemak dan garam. Dalam hal gaya hidup sehat, menjaga berat badan, mengurangi stres, meningkatkan kekuatan sistem imun tubuh dan melakukan olahraga secara teratur juga dapat memberi dampak positif.

Tak hanya itu, beberapa kebiasaan buruk juga diperkirakan dapat mempercepat proses penuaan. Beberapa kebiasaan buruk yang dimaksud ialah merokok.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA