Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Deterjen Laundry Pod Berpotensi Racuni Anak

Rabu 07 Dec 2016 09:31 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Andi Nur Aminah

Laundry pod

Laundry pod

Foto: CNN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak anak terkena racun paket deterjen laundry pod setiap hari. Tiga dari empat anak hasil penelitian di Amerika mengalaminya. Mereka dirawat di unit gawat darurat karena racun akibat paparan deterjen yang digunakan rumah-rumah laundry ini.

Peneliti meninjau informasi lebih dari 36 ribu anak di Amerika yang pernah teracuni deterjen laundry pod sepanjang 2012-2014. Sebanyak 10 ribu anak di antaranya terkena racun deterjen pod, sementara 26 ribu anak dari berbaga jenis deterjen lainnya.

Mereka yang paling banyak terdampak adalah anak berusia enam tahun, mencapai 94 persen. Tiga perempat dari anak-anak yang menjadi obyek penelitian positif keracunan deterjen laundry pod, sementara lainnya akibat kontak dengan cairan atau loose powder deterjen yang menyebabkan iritasi kulit.

Deterjen pod yang biasa digunakan rumah-rumah laundry berisiko racun empat kali lebih tinggi dibanding deterjen biasa. Deterjen jenis ini mulai diperkenalkan secara luas di dunia pada 2012. 

Penulis menyarankan perlu perlindungan khusus untuk anak-anak dari paparan produk laundry. Salah seorang peneliti dari Universitas Alabama di Birmingham, Thomas Swain memaparkan temuan ini di Journal of Injury Prevention.

"Inovasi deterjen laundry pod ini memang memudahkan proses mencuci, namun penggunaannya memerlukan kehati-hatian dan kewaspadaan, terutama untuk anak-anak," katanya, dilansir dari Web MD, Rabu (7/12).

Peraturan label pada produk deterjen pod ini harus dibuat dengan tampilan kurang menarik bagi anak. Ini karena pod biasanya diproduksi warna-warni dan umumnya warna terang, sehingga sangat menarik perhatian. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA