Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

6 Gejala Serius pada Bayi Ini tak Boleh Diabaikan

Senin 28 Nov 2016 08:47 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Andi Nur Aminah

Kondisi kuning pada bayi (Ilustrasi)

Kondisi kuning pada bayi (Ilustrasi)

Foto: Google

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjadi orang tua untuk pertama kalinya sangat menajubkan sekaligus menakutkan, terutama saat berhadapan dengan bayi yang sakit. Seorang ibu bisa sangat panik hanya karena bayinya batuk atau ruam. Bagaimana Anda bisa tahu bayi sedang menghadapi kondisi serius? Berikut adalah enam gejala serius pada bayi yang tak boleh diabaikan sama sekali, dilansir dari Web MD, Senin (28/11).


Bibir biru (sianosis)
Dokter anak di University Medical Center di Chicago, Carrie Drazba mengatakan jika bibir bayi membiru, ada selaput lendir di mulut, lidahnya juga membiru, ini pertanda bayi tidak mendapat cukup oksigen. Anda harus membawa segera buah hati ke rumah sakit.


Sesak napas
Bayi yang baru lahir sering mendengus dan mengerang, namun jika pernapasan mereka sesak, atau terlalu cepat, Anda bisa menduga buah hati mengalami gangguan pernapasan. Instruktur klinis di Rumah Sakit Lucille Packard Children di Stanford University, Palo Alto, California, Jadene Wong mengatakan bayi perlu masuk ke ruang gawat darurat dan mendapat penanganan dokter segera.


Demam tinggi
Jika bayi Anda kurang dari tiga bulan dan demam hingga suhu di atas 38 derajat Celcius, hubungi dokter anak segera. Demam pada bayi baru lahir di bawah tiga bulan sifatnya nonspesifik, bisa jadi mereka terserang meningitis.

Orang tua perlu rutin memeriksa suhu tubuh bayinya dengan termometer rektal. Demam pada bayi biasanya juga terkait dengan respons imunitas sehabis imunisasi. Namun Anda perlu waspada demam tinggi pada bayi di bawah usia tiga bulan.


Kuning
Bayi yang lahir dengan tubuh menguning dalam kondisi terburuk bisa menderita penyakit kuning. Meski demikian, tidak semua penyakit kuning berbahaya. Beberapa kondisi akan normal dan hilang dengan sendirinya. Kebanyakan dokter merekomendasikan bayi kuning sering disusui ibunya. Langkah selanjutnya adalah menjemur bayi di bawah sinar ultraviolet (UV) pagi hari atau di bawah lampu (fototerapi) untuk memecah bilirubinnya.


Dehidrasi
Jika popok bayi Anda tidak basah atau bayi tidak pipis minimal tiga hingga enam kali sehari, itu pertanda bayi dehidrasi. Tanda lain bayi dehidrasi adalah mulut kering, mata cekung, dan lesu.


Muntah hijau
Bayi yang muntah dengan warna sedikit kehijauan, batuk keras, menangis lama, bisa pertanda kondisinya serius. Ini mengindikasikan ususnya tersumbat dan membutuhkan penanganan segera. Ini juga bisa menandakan bayi mengalami pendarahan internal.

Bayi yang mengalami cedera kepala juga bisa muntah seperti ini. Mereka berisiko geger otak dan pendarahan di dalam tempurung kepala. Kondisi ini juga memerlukan evaluasi dokter anak segera.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA