Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Kamera Ponsel Bisa Deteksi Kanker Kulit

Kamis 17 Nov 2016 13:06 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Winda Destiana Putri

Mendeteksi kanker dengan kamera ponsel. Ilustrasi

Mendeteksi kanker dengan kamera ponsel. Ilustrasi

Foto: Mashable

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Hampir sebagian masyarakat dunia telah memiliki ponsel pintar yang ternyata dapat dimanfaatkan banyak hal. Kamera ponsel bisa pula dijadikan salah satu cara untuk mendeteksi gejala kanker kulit.

Dilansir laman Mashable Kamis (17/11) seperti diketahui, Melanoma merupakan penyakit mematikan dari kanker kulit. Penyakit ini telah menyebabkan kematian lebih dari 10 ribu orang di Amerika pada 2016. Para peneliti kesulitan mencari cara baru agar gejala ini dapat dideteksi dari awal. Untuk itu, para peneliti mencoba memanfaatkan alat mendeteksi yang sekiranya mudah dibawa seperti kamera iPhone.

Peneliti Dokter Noel Codella menerangkan, kemungkinan menyediakan alat pendeteksi Melanoma bisa terjadi. Tidak hanya dapat dimanfaatkan dokter tapi pasien juga ke depannya. Metodologi pemakainnya sederhana jika dilihat dari sisi teorinya saat ini.

Ketika seseorang bingung tentang suatu tanda di kulitnya, mereka bisa menggunakan kamera handset untuk diambil gambarnya lalu dimasukkan ke dalam aplikasi untuk dianalisis. "Dengan demikian dapat diketahui apakah itu masuk gejala penyakit atau tidaknya," kata Noel.

Secara teori memang terlihat gampang tapi tidak pada praktiknya. Hal ini pernah juga terjadi saat adanya aplikasi serupa beberapa tahun lalu. Aplikasi ini mengalami kegagalan pada praktiknya di lapangan. Untuk itu, sejumlah peneliti dari IBM tengah mempersiapkan alat yang lebih berkualitas dan memiliki akurasi serupa dengan kekuatan analisis komputer. Hasil laporan ini akan dirilis pada 2017 melalui Jurnal Perkembangan Penelitian IBM secara dalam jaringan daring.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA