Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Toko Daring Buat Tanah Abang Sepi Pembelanja Ramadhan

Rabu 01 Jun 2016 15:51 WIB

Rep: C39/ Red: Indira Rezkisari

Warga sedang berbelanja pakaian di pasar Tanah Abang, Jakarta.

Warga sedang berbelanja pakaian di pasar Tanah Abang, Jakarta.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini telah banyak toko-toko daring yang menjual berbagai macam jenis pakaian. Hanya duduk di depan layar komputer, barang-barang belanjaan tersebut bisa langsung sampai di rumah.

Keberadaan pasar daring tersebut ternyata berdampak pada jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang. Beberapa tahun terakhir, pengunjung pusat grosir pakaian terbesar di Jakarta tersebut merosot.

Salah satu porter Pasar Tanah Abang, Jumri (30 tahun) mengatakan, menjelang Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena, kata dia, biasanya dua bulan sebelum Ramadhan pengunjung sudah ramai.

"Seharusnya bulan empat dan bulan lima kemarin sudah ramai, tapi enggak tahu kenapa baru hari ini mulai ramainya," kata pria asal Kabupaten Rangkas Bitung, Jawa Barat tersebut.

Menurut Jumhari, berkurangnya pengunjung tersebut juga berdampak pada penghasilannya sebagai porter. Setelah mengangkut barang belanjaan pengunjung, dulunya ia bisa mendapatkan uang Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per hari.

"Kalau sekarang per hari hanya Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu. Itu pun pas-pasan buat makan pagi dan sore," kata dia. Selain disebabkan toko daring, kata Jumhari, menurunnya pendapatan porter Pasar Tanah Abang juga dikarenakan semakin banyaknya jumlah masyarakat yang bekerja sebagai porter.

Hal senada juga disampaikan porter Pasar Tanah Abang lainnya, yaitu Karni (33 tahun). Karni sudah tiga tahun bekerja sebagai porter di Blok B LG Pasar Tanah Abang, sehingga tahu betul terhadap kondisi pasar tersebut.  Dalam menjalai pekerjaannya, ia mengangkut barang-barang pengunjung yang menggunakan jasanya. Dari pekerjaannya tersebut, untuk sekali angkut paling sedikit mendapatkan uang Rp 15 ribu.

"Kalau paling banyak Rp 300 ribu-an, tapi jarang-jarang. Teragantung pelanggannya kalau baik," ujarnya.

Karni mengatakan, menjelang bulan Ramadhan tahun ini memang menurun dibanding tahun kemarin. Menurut dia, pengunjung menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya lantaran sudah banyaknya toko daring.

"Sekarang kan banyak yang jual-jual online itu," ujar dia.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA