Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Seram! Metode Diet Ini Isi Perut dengan Balon Air

Ahad 08 May 2016 17:27 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari

Tak kunjung langsing juga padahal sudah diet? Mungkin cara diet Anda salah.

Tak kunjung langsing juga padahal sudah diet? Mungkin cara diet Anda salah.

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, Ada banyak ragam metode diet yang dapat menjadi pilihan, mulai diet yang sehat hingga yang berpotensi merugikan kesehatan. Baru-baru ini Amerika menghadirkan inovasi terbaru dalam berdiet dengan menggunakan balon khusus perut dengan nama The Elipse.

Dalam program diet terbaru ini, sebuah balon khusus akan dimasukkan ke dalam perut melalui mulut. Balon dimasukkan bersamaan dengan kateter melalui mulut menuju perut.

Setelah balon berada di dalam perut, air dimasukkan melalui selang kateter ke dalam balon. Setelah balon terisi dengan air, kateter dikeluarkan dari mulut. Setelah empat bulan, katup penutup balon akan larut dan balon mengecil. Balon yang semula berisi air ini kemudian akan keluar dengan sendirinya melalui saluran pencernaan.

Penempatan balon berisi air di dalam perut ini bertujuan untuk mengurangi nafsu makan. Mereka yang telah menggunakan inovasi diet asal Amerika ini mengaku nafsu makannya berkurang drastis selama memiliki balon berisi air di dalam perut mereka.

Inovasi dari Amerika ini pun telah ditawarkan ke Inggris dengan harga 4 ribu euro atau sekitar Rp 61 juta untuk program penurunan berat badan selama enam bulan. Perangkat diet ini dinilai banyak menarik minat para pemilik tubuh dengan massa indeks tubuh 27 ke atas, atau golongan obesitas.

Monica Nava (42) asal Surrey merupakan orang Inggris pertama yang mencoba metode diet terbaru ini. Nava mengaku cukup kesulitan saat harus menelan kapsul berisi balon. Setelah balon berhasil masuk ke dalam perut dan diisi dengan air, Nava mengaku secara aneh merasa lebih berat dan kenyang. Akan tetapi, dalam satu minggu sensasi aneh tersebut tidak lagi terasa.

"Setelah (balon) terisi, anehnya kamu merasa berat dan kenyang," cerita Nava.

Metode The Elipse yang ditawarkan oleh klinik swasta di Harley Street ini menuai banyak kritik. Ahli bedah saluran pencernaan bagian atas senior, Paul Super, memperingatkan bahwa metode menempatkan balon di dalam perut tersebut memiliki risiko berbahaya.

Super mengungkapkan balon dalam perut dapat berpotensi menyebabkan gangguan pada perut. Jika hal itu terjadi, Super mengungkapkan operasi besar akan diperlukan sebagai jalan keluarnya.

"Jika Anda membuat cukup banyak orang menelan benda tersebut, nantinya Anda akan mulai menemukan orang-orang dengan balon tersebut memiliki gangguan pada usus, yang membutuhkan operasi besar untuk mengatasinya," ujar Super.

Meski menuai kritik, salah satu dokter sekaligus pendiri Allurion yang berbasis di Amerika Serikat, Samuel Levy, mengklaim bahwa produk temuannya dan tim tidak memiliki risiko berbahaya. Levy mengaku sudah menangani ratusan pasien di Italy, Prancis dan Inggris untuk pemasangan The Elipse sejak Desember lalu dan tidak menemukan keluhan.

"Tidak ada yang mendapatkan masalah. Kami sangat yakin dengan keamanan produk ini," jelas Levy, dikutip Daily Mail.

(baca: 5 Manfaat Cuka Sari Apel Bagi Kesehatan)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA