Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Sukabumi Ingin Seni Budaya Jadi Daya Tarik Wisatawan

Senin 04 Apr 2016 15:17 WIB

Rep: Riga Iman/ Red: Winda Destiana Putri

Sejumlah remaja dari Sukabumi menari hihid (kipas tradisional) pada helaran budaya Kemilau Nusantara.

Sejumlah remaja dari Sukabumi menari hihid (kipas tradisional) pada helaran budaya Kemilau Nusantara.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Ajang helaran seni budaya di Kota Sukabumi ditargetkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Perhelatan tersebut rutin digelar setiap perayaan hari jadi Kota Sukabumi pada 1 April.

"Helaran budaya ini dapat menjadi ikon bagi pengembangan wisata di Sukabumi," ujar Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz ketika menghadiri acara helaran seni budaya Jawa Barat di halaman Balai Kota Sukabumi, Senin (4/4).

Penyelenggaraan helaran seni budaya ini merupakan yang ke empat kalinya di gelar di Sukabumi. Pengembangan seni dan budaya ini ujar Muraz, dikarenakan Sukabumi memang mempunyai potensi yang besar.

Misalnya kesenian boles (bola leungeun seuneu) atau bola tangan api. Di sisi lain ungkap Muraz, kekayaan sumber daya alam (SDA) di Sukabumi cukup terbatas. Hal ini disebabkan luasan wilayah Sukabumi yang kecil. Sehingga bidang seni dan budaya akan lebih dikembangkan.

Ketua Panitia Helaran Seni Budaya Sukabumi Yudi Yustiawan mengatakan, kegiatan helaran ini untuk memperingati hari jadi Sukabumi ke-102.

"Ada sepuluh kabupaten/kota di Jabar yang berpartisipasi," cetus dia.

Ke sepuluh daerah itu yakni Kabupaten Cianjur, Subang, Karawang, Purwakarta, Sumedang, Garut, Sukabumi, Kota Bogor, Kota Banjar, dan Kota Bandung. Mereka menampilkan seni dan budaya unggulan daerahnya masing-masing.

Acara ini ujar Yudi digelar agar masyarakat mengetahui seni dan budaya yang ada di Jabar. Selain itu dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Sukabumi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA