Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Ibu Perokok Dapat Tingkatkan Risiko Penyakit Paru pada Anak

Senin 14 Mar 2016 11:18 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Andi Nur Aminah

Ibu Hamil Merokok (ilustrasi)

Ibu Hamil Merokok (ilustrasi)

Foto: Google

REPUBLIKA.CO.ID, Anak-anak dari ibu perokok berat memiliki risiko menderita penyakit paru obstuktif kronis atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD) yang tinggi. Berdasarkan penelitian terbaru, risiko ini baru akan terlihat ketika sang anak telah beranjak dewasa.

Dalam penelitian ini, tim peneliti menelusuri risiko COPD terhadap hampir 1.400 orang dewasa. Dari penelusuran tersebut, tim peneliti menemukan bahwa ibu yang merokok memiliki kecenderungan menyebabkan risiko COPD pada anak meningkat. Risiko jangka panjang ini dapat melonjak hingga tiga kali lipat jika sang ibu merupakan perokok berat yang menghisap lebih dari 20 batang per hari.

"Temuan ini tidak mengejutkan kami," ujar salah satu peneliti dari Centre for Air Quality and Evaluation di Melbourne School of Population & Global Health, University of Melbourne, Jennifer Perret dilansir Webmed.

Perret mengatakan kebiasaan merokok dapat menyebabkan pengurangan fungsi paru-paru pada ibu ketika menginjak usia paruh baya. Kondisi ini, lanjut Perret, dapat memberi pengaruh negatif pada perkembangan paru-paru anak mereka. Potensi menurunnya fungsi paru-paru pada anak ini dapat membuat fungsi paru-paru pada anak tersebut ikut menurun ketika anak tersebut beranjak dewasa.

Meski begitu, peneliti belum dapat memberi kepastian jika ibu perokok berat pasti menyebabkan risiko anak menderita COPD meningkat. Hanya saja, tim peneliti telah melihat adanya satu hubungan antara ibu perokok dengan meningkatnya risiko COPD pada anak.

Untuk melihat lebih jauh hubungan ibu perokok dan risiko anak terhadap COPD, tim peneliti juga mempelajari survei pada 2004 yang melibatkan lebih dari 5.700 pria dan wanita. Sebanyak 40 persen dari responden tumbuh bersama ibu perokok dan 60 persen sisanya tumbuh bersama ayah perokok.

Hampir 1.400 dari responden tersebut kemudian menjalani tes fungsi paru-paru pada periode 2006 hingga 2008. Para peneliti kemudian menemukan bahwa peningkatan risiko COPD tidak ditemukan pada responden dengan orang tua yang merokok kurang dari 20 batang rokok per hari. Akan tetapi, responden yang tumbuh bersama ibu perokok berat yang menghisap lebih dari 20 batang rokok per hari memiliki risiko pelemahan paru-paru yang dapat berujung pada COPD lebih besar 2,7 kali dari pada kondisi normal.

Menurut U.S. National Heart, Lung, and Blood Institute, COPD merupakan penyakit yang menurunkan kesehatan secara progresif. Rokok diyakini merupakan penyebab utama dari penyakit COPD ini. COPD saat ini telah menempati posisi ketiga terbesar sebagai penyebab kematian di dunia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA