Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Cerita Penderita Kanker: Dukungan Teman dan Semangat Percepat Penyembuhan

Jumat 05 Feb 2016 13:50 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Andi Nur Aminah

Anak penderita kanker/ilustrasi

Anak penderita kanker/ilustrasi

Foto: boston.com

REPUBLIKA.CO.ID, Suhartini (63 tahun) mengaku shock saat dinyatakan terkena kanker kolorektal. "Waktu itu saya merasa bodoh. Karena biasa mendampingi dokter untuk mengoperasi pasien kanker, tetapi saya menderita kanker juga," ungkap dia pada wartawan di sela-sela kampanye dalam rangka hari kanker sedunia , di Mal Malioboro Yogyakarta, Kamis (4/2) lalu.

Menurut dia, kesehatannya waktu itu memang terabaikan. Dia pun mengaku tidak suka makan sayur-sayuran. Juni 2010 dia didiagnosa menderita kanker kolorektar stadium 2 B yang menyerang jaringan usus besar.

Saat itu pula dilakukan operasi pengangkatan usus besar sepanjang 17 centimeter. Untuk mencegah supaya kanker tidak menyebar, maka Rahim dan indung telur juga diangkat. Selanjutnya dilakukan kemoterapi sejak September 2010 hingga Maret 2011. "Ketika usai dilakukan kemoterapi sangat menyiksa karena efek sampingnya tidak nyaman serta rasa mual yang tidak karuan," ungkap dia.

Namun keinginannya untuk sembuh sangat besar. Setelah rangkaian terapi dilakukan, dia pun mulai beraktivitas seperti biasa. Bahkan sebelum kemoterapinya tuntas, dia aktif melakukan berbagai kegiatan termasuk bersepeda. "Waktu itu untuk memperingati Hari Kanker Sedunia di Jakarta,’’ujar Suhartini yang pernah bekerja di salah satu rumah sakit di Jakarta ini.

Bahkan meski waktu istirahatnya masih dua minggu, dia sudah mulai bekerja. Karena dengan bertemu banyak teman, dia mengaku banyak yang menyemangatinya untuk bertahap hidup."Dan ini juga mempercepat penyembuhan," ujar perempuan yang kini menetap di Yogyakarta.

Semangat Suhartini terbukti menjadi faktor pemercepat pemulihan. Tak lama setelah rangkaian terapi dilakukan dia sudah mulai beraktifitas. Bahkan sebelum kemoterapinya benar-benar tuntas dia sudah mengikuti kegiatan bersepeda memeringati Hari Kanker Sedunia di Jakarta dengan rute yang cukup jauh.

"Banyak yang menyemangati dan mendukung itu jadi hal yang membuat saya bertahan. Pelajaran berharganya, hargailah kesehatan dengan makan sehat dan olahraga," imbuh dia. 

Kini, Suhartini termasuk satu di antara sekian banyak penderita kanker yang aktif di YKI DIY yang banyak melakukan pendampingan kepada para penderita kanker. Dia pun selalu menyarankan kepada masyarakat untuk hidup sehat dan makan sayur-sayuran. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA