Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kenali Gejala Terinfeksi Virus Zika

Senin 25 Jan 2016 06:10 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Indira Rezkisari

Perempuan berjalan menjauhi tempat tinggalnya yang difumigasi untuk memberantas nyamuk pembawa virus Zika dan penyakit lain yang disebabkan nyamuk di Soyapango, El Salvador, (22/1).

Perempuan berjalan menjauhi tempat tinggalnya yang difumigasi untuk memberantas nyamuk pembawa virus Zika dan penyakit lain yang disebabkan nyamuk di Soyapango, El Salvador, (22/1).

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, Ada baiknya kita mengetahui gejala yang timbul jika terkena virus Zika. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebutkan, satu dari lima orang terinfeksi virus Zika akan jatuh sakit. Gejala yang paling sering nampak yakni demam, ruam, nyeri sendi, dan mata merah.

Gejala lain yakni nyeri otot dan sakit kepala. Periode inkubasi dari virus Zika masih belum diketahui. Akan tetapi, diyakini berkisar dari beberapa hari hingga pekan.

Virus Zika biasanya bertahan di tubuh seseorang untuk beberapa hari. Namun, bisa juga lebih lama untuk beberapa orang. Hingga saat ini, kematian akibat virus Zika masih langka. Gejala-gejala orang terjangkit virus Zika mirip dengan mereka yang terkena virus Dengue dan Chikungunya.

Segera temui dokter atau pelayan kesehatan Anda jika menemukan gejala yang telah disebutkan di atas. Jika baru saja bepergian, beri tahu kapan dan ke mana tujuan Anda.

Belum ada vaksin dan obat untuk mencegah atau mengobati infeksi Zika. Oleh karena itu, untuk perawatan selalu istirahat cukup, minum cairan  untuk menghindari dehidrasi, minum obat untuk  demam dan nyeri tapi jangan minum aspirin untuk menghindari risiko pendarahan.

Virus Zika menular ke manusia lewat gigitan nyamuk. Gejala paling umum penyakit akibat virus Zika adalah demam, ruam, nyeri sendi, dan mata merah.

Penyakit biasanya dalam taraf gejala ringan dan bertahan dari beberapa hari hingga pekan. Penyakit parah hingga membutuhkan perawatan rumah sakit sesungguhnya masih jarang.

Pada Mei 2015, Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) menerbitkan peringatan terkait dengan konfirmasi infeksi virus Zika pertama di Brasil. Wabah di Brasil berlanjut pada munculnya laporan sindrom Guillain-Barre dan ibu melahirkan anak dengan kecacatan, dikutip dari laman resmi CDC, Senin (25/1).

(baca: Waspada Virus Zika Sudah Sampai ke AS)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA