Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

7 Tips Membesarkan Anak dengan Gangguan ADHD

Selasa 05 Jan 2016 14:25 WIB

Rep: Aprilia Safitri Ramdhani/ Red: Indira Rezkisari

ADHD merupakan jenis gangguan psikologis anak yang berpusat pada perhatian, sehingga sering juga disebut dengan gangguan hiperaktif.

ADHD merupakan jenis gangguan psikologis anak yang berpusat pada perhatian, sehingga sering juga disebut dengan gangguan hiperaktif.

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID, Membesarkan anak dengan kondisi ADHD memerlukan kesabaran yang ekstra dalam merawat dan memberikan pengertian. Selain itu menurut psikolog Christina Tedja, MPsi orang tua juga perlu mengenal lebih pribadi sang anak secara lebih mendalam, agar dapat mengontrol emosi dan pikirannya ketika anak mulai memberontak.
 
Selain itu, Christina juga mengungkapkan beberapa tips guna mengatasi anak dengan kondisi ADHD.

Kenali kondisi anak
Tidak ada satu orang tua pun yang tidak mengenali pribadi anak-anaknya. Namun, bagi anak berkubutuhan khusus, orang tua perlu lebih mendalami karakter kepribadian sang anak. Buat jalur komunikasi yang baik dan cukup dimengerti, tunjukkan rasa empati, buat kontrak peraturan ketika hendak menghukum dan terus lakukan observasi pada anak.
 
Kenali gangguan perilaku pada anak
Dengan mengenali gangguan perilaku yang diderita sang anak, orang tua dapat mengetahui bagaimana cara penanganan yang tepat ketika anak mulai tantrum dan mengamuk.
 
Jalin komunikasi yang baik
Komunikasi sangat penting dilakukan dari orang tua maupun para guru di sekolah. Gunanya adalah untuk memberikan pengertian kepada sang anak, mengenai mana yang baik dilakukan dan mana yang tidak. Lakukan pendekatan komunikasi secara konstan, agar anak bisa menyerap apa yang maksud orang tua dengan perlahan tanpa merasa ditekan.
 
Tetap terapkan peraturan
Bedanya, peraturan yang diterapkan harus bersifat menentramkan agar anak tetap mengetahui batasan. Orang tua juga harus menjelaskan peraturan tersebut secara singkat dan sederhana agar mudah dipahami oleh mereka.
 
Hindari memberikan hukuman disiplin keras
Anak dengan kondisi ADHD boleh saja dihukum, namun bentuk hukuman tetap harus bersifat menentramkan. Jika perlu, berikan hadiah dan penjelasan mengenai apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
 
Perlu diperhatikan, bahwa orang tua tidak boleh memberikan hukuman fisik dan mencaci maki. Sebaiknya orang tua juga harus mengendalikan kemarahan dan tidak boleh memberikan hukuman pada anak saat sedang marah.
 
Bantu tumbuhkan kemandirian sang anak
Jangan segan memberikan pujian ketika anak berhasil mengerjakan tugasnya dengan baik. Orang tua juga harus mengintrospeksi diri agar tidak berlaku overprotektif kepada si anak. Latih anak untuk memilih apa yang mereka inginkan dan biarkan mereka mencoba.
 
Jangan asal melakukan terapi
Tidak semua anak dengan kondisi ABHD membutuhkan penanganan khusus langsung dari dokter, sebaiknya pertimbangkan pengobatan untuk membantu latihan terapi perilaku serta terapi-terapi pengobatan lainnya.
 
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA