Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kehilangan Selera Humor? Mungkin Anda Kurang Tidur

Kamis 19 Nov 2015 05:00 WIB

Rep: C01/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Jangan kurang tidur

Jangan kurang tidur

Foto: blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur memiliki beberapa efek negatif terhadap diri seseorang. Salah satunya dari efek negatif tersebut ialah hilangnya selera humor karena tubuh mengalami kelelahan.

Para peneliti dari Walter Reed Army Institute of Research Amerika Serikat menemukan bahwa selera humor seseorang akan berkurang ketika kelelahan. Dalam penelitian tersebut, para relawan diminta untuk tetap bangun selama 49,5 jam.

Para relawan kemudian diminta untuk menemukan hal-hal lucu dalam film kartun dan juga headline koran yang lucu. Meski dihadapkan terhadap dua hal menghibur tersebut, para relawan terlihat sulit untuk menemukan hal lucu dalam film kartun dan judul headline koran tersebut.

Dokter ahli, Neil Stanley, mengatakan kesulitan menemukan hal lucu dalam sesuatu yang menghibur tersebut disebabkan oleh area dalam otak bernama prefrontal cortex mengalami dampak negatif akibat kurang tidur. Padahal, untuk menemukan sesuatu hal yang lucu dan menghibur, dibutuhkan sebuah proses kompleks yang terjadi pada bagian otak tersebut.

"Ini merupakan area dari otak yang paling terimbas akibat kurang tidur," jelas Neil.

Menurut Neil, untuk menemukan sesuatu yang lucu dan menghibur, otak harus berproses secara kompleks. Pasalnya, proses tersebut melibatkan perhatian, ingatan dan juga jalan pemikiran berbeda yang kemudian dihubungkan dengan perasaan.

Semua proses tersebut terjadi di prefrontal cortex yang terdampak oleh kurang tidur. "Lokasinya ada di bagian depan otak, di balik jidat Anda," terang Neil.

Selain kehilangan selera humor, kurang tidur juga menyebabkan ekspresi seseorang selalu terlihat sedih. Profesor Kevin Morgan mengatakan kemampuan seseorang dalam mengontrol otot menjadi berkurang ketika ia kurang tidur.

Kurangnya kemampuan dalam mengontrol otot, terang Kevin, membuat wajah terlihat sayu karena kelopak mata dan juga kedua ujung bibir menjadi lebih menurun. Kevin mengatakan ekspresi yang diciptakan dari kurangnya kontrol terhadap otot tersebut membuat mimik muka terlihat sedih.

"Ini dikarenakan mengontrol otot kita membutuhkan kecekatan dari jaringan tubuh kita yang justru mulai melakukan penolakan jika kita kurang tidur," ungkap Kevin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA