Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Sudah Dewasa Belum Sunat? Tak Perlu Malu

Senin 12 Okt 2015 06:18 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

 Ilustrasi sunat dewasa

Ilustrasi sunat dewasa

Foto: Republika On Line/Mardiah diah

REPUBLIKA.CO.ID, Sunat memang umumnya dilakukan saat masih anak-anak. Tapi jika ingin sunat saat dewasa terutama bagi Anda yang non-Muslim, tidak perlu malu melakukannya. Karena sunat memiliki banyak manfaat kesehatan bagi untuk diri Anda sendiri maupun pasangan.

Seperti yang dilakukan Aldi (27 tahun). Dia baru saja melakukan sunat setelah sadar bahwa sunat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Meskipun non-Muslim, sejak kecil sebenarnya orang tua Aldi ingin menyunatnya, hanya saja Aldi tidak berani. Padahal dia sudah dibawa ke dokter sunat, karena ketakutan Aldi langsung kabur.

Barulah di usianya kini yang tak lagi anak-anak, Aldi memutuskan dan membulatkan tekad untuk melakukan sunat. Sebelum menikah Aldi sebenarnya sudah merencanakan untuk sunat. Ia membaca banyak referensi di  media kesehatan bagaimana prosedur dan manfaat sunat. Ini dilakukannya sebagai mendorong niatnya untuk sunat. Tujuannya supaya semakin yakin dan percaya. “Motivasi saya murni untuk kesehatan,” jelasnya kepada wartawan dalam media visit Sunat Dewasa adalah Kebutuhan Kesehatan di Graha Rumah Sunatan Bekasi, Jawa Barat, Kamis beberapa waktu lalu.

Lalu rencananya baru terealisasi usai menikah. Kebetulan istri Aldi adalah seorang perawat yang juga mengetahui manfaat kesehatan sunat.

Setelah mengantongi banyak referensi juga dukungan sang istri, Aldi mencari rumah sakit atau klinik untuk sunat. Awalnya ia berkonsultasi ke rumah sakit dengan seorang dokter bedah. Ia juga sudah mendapatkan rekomendasi dari dokter tersebut, bahkan cek darah sudah dilakukan. Tapi ia terbentur biaya di rumah sakit. Akhirnya ia memilih Rumah Sunatan.

Setelah mencari informasi tentang Rumah Sunatan, Aldi semakin mantap dengan niatnya. Jadilah ia disunat. Ia memilih metode laser atau electric cauter. Usai sunat, Aldi merasakan sakit selama tiga hari. Kemudian setelah sepuluh hari luka sunatnya sudah sembuh. Namun, dalam masa itu Aldi harus meminimalkan ereksi agar jahitannya tidak lepas. Dan selama sebulan Aldi tidak boleh berhubungan seksual.

“Sunat dewasa bukan hanya semata-mata karena agama, tapi sunat sangat baik untuk kesehatan. Jadi tidak perlu malu melakukannya untuk yang belum disunat. Tidak ada kata terlambat dan tidak ada batasan umum. Semoga masyarakat yang belum sunat menjadi sadar manfaat sunat,”
jelasnya.

Setelah sunat, Aldi merasakan betul manfaatnya baik bagi kesehatan maupun terhadap hubungan seksual. Semuan informasi yang didapat diinternet mengenai manfaat sunat semua ia rasakan. Terutama masalah kepuasan berhubungan dengan istrinya. Dipandangnya lebih memuaskan karena faktor sensitivitas yang lebih tinggi. Selain itu sunat membantunya terhindar dari ejakulasi dini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA